"Kami sudah siapkan stok BBM dan elpiji yang aman selama puasa dan Lebaran," katanya. Ia mengatakan, konsumsi premium selama puasa hingga Lebaran naik dari sebelumnya 62.000 menjadi 68.000 kiloliter per hari dan solar dari 30.000 menjadi 33.000 kiloliter per hari.
Saat ini, menurut dia, stok BBM jenis premium mencapai 1,258 juta kiloliter atau cukup memenuhi kebutuhan selama 17 hari. Lalu, solar 1,513 juta kiloliter atau 19 hari dan minyak tanah 473,5 ribu kiloliter atau cukup untuk 71 hari.
Khusus pada "H-10" sampai "H+10" Lebaran, lanjutnya, Pertamina akan meningkatkan stok premium hingga 1,282 juta kiloliter atau 18 hari dan solar akan diturunkan antara 1,315-1,345 juta kiloliter atau 18 hari. "Permintaan premium naik menjelang Lebaran, sementara solar justru turun," paparnya, mengungkapkan.
Harun mengemukakan, selain optimalisasi kilang, peningkatan konsumsi BBM selama puasa dan Lebaran akan ditutupi dengan tambahan impor. Menurut dia, pada Juli dan Agustus 2011, pihaknya mengimpor premium masing-masing 8,4 juta barel dan solar 4,4 juta barel.
Pada kondisi normal, Pertamina mengimpor premium 5,5-6 juta barel per bulan dan solar 2,5-3 juta barel per bulan.
Harun juga menuturkan, pihaknya juga telah meminta stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) menjaga stok minimal dua hari.
"Kalau mereka tidak menjalankannya, maka Pertamina akan mengambil alih pengelolaan SPBU," ujarnya.
Pertamina, lanjutnya, juga akan menghentikan penjualan BBM bersubsidi ke SPBU yang terbukti melakukan penyelewengan dan hanya menjual BBM nonsubsidi.