ResistNews - Presiden Nicolas Sarkozy Rabu kemarin (14/3) mengunjungi masjid utama di ibukota Paris, seminggu setelah kontroversi mengenai daging halal yang membuat Muslim dan Yahudi Perancis mengeluh mereka digunakan sebagai bidak dalam pemilihan presiden mendatang.
Sarkozy bertemu imam masjid serta pemimpin Dewan Muslim Perancis dan mengatakan kepada mereka bahwa dia tidak ingin, dalam periode pemilihan umum nanti, beberapa rekan-rekan muslim merasa terluka oleh kontroversi yang sebenarnya tidak punya tempat di sini".
"Saya ingin mengatakan ... untuk rekan-rekan kami dari agama Islam bahwa mereka memiliki hak untuk mengikuti keyakinan mereka sebagaimana warga negara lain yang memiliki hak untuk mengikuti agamanya," katanya kepada wartawan.
Sarkozy juga meresmikan di masjid tugu peringatan untuk tentara Muslim yang meninggal ketika berjuang untuk Perancis.
Pekan lalu isu imigrasi Muslim dan praktek tertentu dalam ajaran Islam dan Yahudi menjadi kontroversi dalam perdebatan pemilu, mengganggu para pemimpin kedua agama.
Yahudi dan Muslim berkumpul untuk mengeluhkan nasib mereka yang digunakan sebagai bidak dalam pemilu, setelah pertama kali Le Pen kemudian Sarkozy dan akhirnya perdana menteri Francois Fillon mengecam produksi daging halal dan kosher.
Perancis adalah rumah bagi minoritas Muslim terbesar di Eropa Barat, secara resmi diperkirakan sedikitnya empat juta jiwa, dan memiliki komunitas Yahudi terbesar, diperkirakan sampai 700.000.(fq/afp/eramuslim.com)
Sarkozy bertemu imam masjid serta pemimpin Dewan Muslim Perancis dan mengatakan kepada mereka bahwa dia tidak ingin, dalam periode pemilihan umum nanti, beberapa rekan-rekan muslim merasa terluka oleh kontroversi yang sebenarnya tidak punya tempat di sini".
"Saya ingin mengatakan ... untuk rekan-rekan kami dari agama Islam bahwa mereka memiliki hak untuk mengikuti keyakinan mereka sebagaimana warga negara lain yang memiliki hak untuk mengikuti agamanya," katanya kepada wartawan.
Sarkozy juga meresmikan di masjid tugu peringatan untuk tentara Muslim yang meninggal ketika berjuang untuk Perancis.
Pekan lalu isu imigrasi Muslim dan praktek tertentu dalam ajaran Islam dan Yahudi menjadi kontroversi dalam perdebatan pemilu, mengganggu para pemimpin kedua agama.
Yahudi dan Muslim berkumpul untuk mengeluhkan nasib mereka yang digunakan sebagai bidak dalam pemilu, setelah pertama kali Le Pen kemudian Sarkozy dan akhirnya perdana menteri Francois Fillon mengecam produksi daging halal dan kosher.
Perancis adalah rumah bagi minoritas Muslim terbesar di Eropa Barat, secara resmi diperkirakan sedikitnya empat juta jiwa, dan memiliki komunitas Yahudi terbesar, diperkirakan sampai 700.000.(fq/afp/eramuslim.com)
