-->

Harga BBM Naik, Pemerintah Pangkas Alokasi Subsidi untuk Pupuk dan Benih, SBY-Boed Biarkan Rakyat Makin Miskin?

ResistNews - Kendati besaran subsidi dalam APBNP 2012 membengkak hinga 64,3 triliun rupiah atau naik 30,8 persen dari pagu sebelumnya namun sebagian besar kenaikan subsidi dialokasikan untuk subsidi BBM dan listrik. Sebaliknya untuk subsidi pupuk dan benih untuk petani dalam APBNP 2012 justru menurunkan besarannya.
Jika dalam APBN 2012 subsidi pupuk dialokasikan sebesar 16,94 triliun rupiah sedangkan di APBNP 2012 jumlahnya turun sebesar 17,6 persen atau 2,98 triliun rupiah menjadi 13,95 triliun rupiah. Untuk subsidi benih jika sebelumnya dalam APBN 2012 dipatok sebesar 279,9 triliun rupiah, dalam APBNP 2012 mengalami penurunan sebesar 53,7 persen atau 150,4 miliar rupiah menjadi 129,5 triliun rupiah.
Dalam draf Nota Keuangan dan RUU APBNP 2012, pemerintah mengatakan rendahnya alokasi subsidi pupuk dan benih dalam APBNP 2012 karena melihat rendahnya realisasi penyaluran pupuk bersubsidi dan volume subsidi benih pada tahun-tahun sebelumnya. Khusus untuk subsidi pupuk penurunan yang terjadi terlihat cukup signifikan dari APBNP 2011 lalu yang tercatat sebesar 18,8 triliun rupiah.
Direktur Jenderal (Dirjen) Anggaran Kementrian Keuangan Herry Purnomo mengatakan ruang fiskal dalam APBN memang sempit, pasalnya sudah terbagi-bagi, yakni sepertiga masuk ke belanja daerah, 20 persen untuk pendidikan, dan bayar utang hamper 100 triliun rupiah belum lagi untuk subsidi. Secara otomatis ruang fiscal yang tidak mengikat juga menjadi kecil apalagi masih dimasukan untuk alokasi membayar gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pensiunan. "Hal ini membuat belanja modal jadi terbatas," ujar Herry di Jakarta, akhir pekan lalu.
Guna meningkatkan bagi belanja modal maka tambahnya, pemerintah akan berupaya untuk meningkatkan penerimaan dari sisi perpajakan maupun Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan mengurangi subsidi-subsidi, dan mengelola utang dengan baik.
Ketahanan Pangan
Kepala Ekonom Bank Internasional Indonesia (BII) Juniman mengatakan kebijakan pemerintah yang ingin menghemat subsidi di bidang energi tidak sejalan dengan pagu anggaran yang ditetapkan dalam RAPBNP 2012. Pasalnya, subsidi pupuk dan benih ini akan membantu petani dalam mewujudkan ketahanan pangan dalam negeri tetapi anggarannya dikurangi namun, subsidi BBM yang harganya akan dinaikan salah satunya akan memberi penghematan ke kas negara tetapi anggarannya meningkat tinggi sekali.
"Untuk subsidi pupuk dan benih saya juga tanda tanya, maunya apa pemerintah ini, karena subsidi untuk benih dan pupuk ini penting buat petani dalam rangka ketahanan pangan kita," jelasnya.
Salah satu alasan pemotongan subsidi ini sebagai upaya untuk meningkatkan belanja modal. Namun, Juniman menilai anggaran yang digelontorkan untuk masyarakat miskin seharusnya tidak dipotong tetapi lebih menyasar kepada pemotongan belanja-belanja yang tidak berarti seperti kunjungan-kunjungan ke luar negeri. Saat ini posisi petani tengah terjepit karena diserang dengan impor pangan, sehingga dengan diturunkannya anggaran subsidi pupuk dan benih akan merugikan petani.[koran jakarta]