-->

Serangan Pemberontak Sukses, Kemampuan AS Dipertanyakan

ANKARA (Berita SuaraMedia) – Serangan oleh Partai Pekerja Kurdistan (PKK) terhadap sebuah pos militer di dekat kota Semdinli – wilayah pegunungan di mana perbatasan Turki, Irak, dan Iran bertemu – menimbulkan pertanyaan tentang efisiensi berbagi intelijen mengenai aktivitas teroris antara AS dan Turki, yang baru-baru ini disebut Washington dilakukan secara kontinyu.

Sejumlah surat kabar Turki pada hari Minggu (20/6) mempertanyakan apakah AS telah berbagi intelijen langsung sebelum serangan terbaru itu, tanpa memberikan jawaban pasti, dan meminta opini analis militer tentang isu ini.

Armagan Kuloglu, mantan jenderal dan analis militer, mengatakan bahwa tampaknya ada kekurangan di dalam intelijen dan bahwa pergerakan pemberontak seharusnya bisa terdeteksi. Di antara koran-koran Turki, harian Miliyet menanyakan bagaimana mungkin tidak bisa mendeteksi 250-300 anggota PKK yang masuk ke wilayah itu dan meluncurkan serangan jika berbagi intelijen secara langsung dilakukan kontinyu.

Sebagian besar laporan ingat bahwa Mayor Jenderal Fahri Kir, kepala operasi keamanan internal militer Turki, menyatakan pada hari Jumat, sehari sebelum serangan mematikan itu, bahwa "mekanisme berbagi intelijen dengan otoritas milter AS bekerja dalam cara yang sangat sukses."

Dalam pernyataannya di konferensi pers, Kir juga mengatakan, "Tidak akan terjadi masalah apapun dalam persoalan ini."

Setelah menyebutkan pernyataan Kir itu, sebuah portal berita online, www.t24.com.tr, menanyakan pertanyaan mendasar tentang isu itu pada hari Sabtu, "Bagaimana bisa 300 anggota PKK, yang berada di disekitar unit militer dan yang berhasil menyusup ke depan, tidak terlihat? Jika ada masalah dalam berbagi intelijan, bagaimana bisa kelompok teroris sebesar itu tidak terlihat? Apa tidak ada Heron, sistem penglihatan malam, dan kamera thermal? Bukankah mekanisme trilateral antara AS, Irak, dan Turki bekerja dengan baik?"
Setidaknya 22 orang, termasuk 10 tentara Turki, tewas dalam bentrokan antara pasukan Turki dan pasukan pemberontakan Kurdi di bagian tenggara negara tersebut.

Dua belas anggota dari PKK juga terbunuh dalam pertempuran di provinsi Hakkari dekat perbatasan Irak.

Pertempuran itu dipicu oleh serangan PKK terhadap pos militer Turki di dekat kota Semdinli, di mana 14 prajurit terluka.

Militer merespon serangan itu sesaat setelahnya, mengirimkan pasukan untuk memperkuat area perbatasan. Jet tempur Turki mengebom target PKK di seberang perbatasan di Irak.

"Pasukan dikirim ke kawasan itu dan sepanjang malam bantuan diberikan ke zona konflik oleh helikopter dan artileri serang," ujar militer.

"Secara terpisah, angkatan udara mengenai target yang diidentifikasi di kawasan utara Irak."

PKK mengonfirmasi bahwa mereka telah melakukan serangan mematikan pada pasukan Turki.

"Operasi militer dilakukan pagi ini di daerah Semdinli, di provinsi Turki, dan pesawat perang Turki mulai menyerang distrik Khwakorek di dalam wilayah Irak," ujar Ahmed Denis, juru bicara PKK.

Terjadi peningkatan konfrontasi antara PKK dan militer di bagian tenggara Kurdi minggu-minggu belakangan ini.

Pasukan Turki melakukan serangan darat mereka yang pertama pada hari Rabu (16/6) ke wilayah utara Irak dalam dua tahun lebih, menyusup masuk dua kilometer ke dalam provinsi Dohuk.

PKK menghentikan gencatan senjata unilateral selama satu tahun dan kembali melakukan serangan terhadap pasukan Turki.

Lebih dari 40,000 orang telah terbunuh sejak PKK meluncurkan kampanye bersenjatanya melawan negara Turki di tahun 1984. (rin/tz/wb/alj) www.suaramedia.com