Pernyataan ini dibuat setelah laporan Israel mengungkapkan bahwa kerjasama keamanan dengan milisi Abbas (aparat keamanan) tahun lalu telah meningkat sebesar 72 persen dibandingkan tahun 2008.
Dr Bardawil menambahkan bahwa laporan ini tidak mengungkapkan sesuatu yang baru tentang kerjasama keamanan dengan pendudukan Israel.
Para anggota parlemen Hamas menekankan bahwa kegiatan keamanan yang mana milisi Abbas terlibat dalam melayani keamanan Israel dimaksudkan untuk mendapatkan beberapa keuntungan pribadi dari Israel seperti memfasilitasi aliran uang untuk Otorita Palestina (PA) serta perjalanan Abbas dan rombongannya di samping hak lainnya.
Anggota parlemen tersebut mencatat bahwa kekerasan terhadap rakyat Tepi Barat terutama yang berafiliasi dengan Hamas merupakan tindakan Israel yang dilakukan oleh proxy oleh milisi Abbas, di bawah komando perwira AS Keith Dayton, menambahkan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari rencana roadmap.
Dalam insiden terkait, milisi Abbas, pada hari Minggu menculik dua warga Palestina yang berafiliasi dengan Hamas dan memanggil banyak orang lain di desa Awarta di Nablus.
Aparat intelijen Israel di Hawara pos militer juga memanggil puluhan mantan tahanan di Nablus setelah pasukan pendudukan Israel (IOF) menggerebek rumah mereka selama dua hari terakhir.
Hamas juga menuduh pejabat senior Fatah, Mohammed Dahlan sebagai mata-mata bagi Israel dan mengumpulkan informasi tentang keberadaan anggota Hamas, lapor kantor berita Fars.
Departemen Luar Negeri Hamas telah menyatakan bahwa mantan kepala keamanan di Gaza dan anggota Komite Sentral Fatah, Mohammad Dahlan, telah bekerjasama dengan Israel terhadap Palestina di Jalur Gaza, Fars melaporkan pada hari Minggu.
Menurut laporan, sebuah sumber yang dekat dengan Dahlan yang diminta untuk bertemu dengan seorang pejabat Hamas di kementrian pada hari Jumat, mengatakan bahwa Dahlan telah meminta dia untuk mengumpulkan informasi rinci tentang beberapa pejuang Palestina di Khan Yunis.
Sumber, yang dikatakan sebagai mantan petugas keamanan di Otoritas Palestina, membocorkan bahwa Dahlan meminta informasi tentang para pejuang yang telah menewaskan dua sumber militer Israel dalam sebuah operasi pada tanggal 26 Maret.
Dia mengatakan Dahlan telah menyediakan daftar para pejabat Hamas dan pejuang, dan meminta lokasi yang tepat dari rumah mereka.
Hamas telah sebelumnya menuduh Dahlan terlibat dalam pembunuhan yang komandan Mahmoud al-Mabhouh di Dubai.
Pejabat Hamas Muhammad Nazal kata Dahlan telah mengirimkan dua anak buahnya yang bekerja di sebuah perusahaan real estate di Dubai untuk berkolaborasi dengan agen Mossad dalam pembunuhan Januari.
Selain itu, Petinggi Hamas menuduh Otoritas Palestina di bawah kepemimpinan Mahmoud Abbas berusaha memporakporandakan kestabilan di Gaza dengan menjebak anggota faksi perlawanan dan mengalihkan energi dari kepentingan nasional.
Komentar itu datang menyusul rangkaian tuduhan dari pejabat Hamas dan Fatah seputar keterlibatan pejuang Hamas dalam tewasnya dua tentara Israel, dugaan penahanan mereka oleh pasukan pemerintah de facto di Gaza, dan laporan dari pejabat Fatah yang mengumpulkan informasi detail tentang pejuang yang dicurigai.
Juru bicara Hamas, Hammad Ar-Ruqab, mengatakan bahwa Otoritas Palestina berusaha menciptakan ketidakstabilan dengan menghasut mereka yang memiliki tujuan berbeda dengan Otoritas Palestina.
Pada kesempatan terpisah, Menteri Luar Negeri Israel, Avigdor Lieberman juga mengatakan pada hari Senin (30/3) bahwa Presiden Palestina Mahmoud Abbas mendesak Israel untuk menggulingkan Hamas di perang Gaza tahun lalu, kemudian berbalik dan menyalahkan Israel atas kejahatan perang.
Lieberman mengatakan itu mengangkat pertanyaan-pertanyaan di atas kepantasan Abbas sebagai seorang pemimpin dengan siapa Israel dapat membuat perdamaian.
"Sepanjang tahun lalu, saya menyaksikan (Abbas) di kondisi terbaiknya. Pada Operasi Cast Lead, (dia) memanggil kita secara pribadi, membuat tekanan dan menuntut bahwa kita menggulingkan Hamas dan menyingkirkannya dari kekuasaan," katanya kepada harian Maariv Israel. (iw/pic/ptv) www.suaramedia.com
