-->

Junta Militer Bekuk Tiga Pejabat Pelaku Perdagangan Muslim Rohingnya



+ResistNews Blog - Pemerintah junta militer Thailand pada Senin (3/4), setidaknya telah menangkap tiga pejabat Thailand dan satu dari Myanmar disebabkan karena terlibat dalam perdagangan manusia dengan korban Muslim Rohingya,

Penangkapan tiga pejabat ini yang kali pertama, sejak pemerintah junta militer berjanji memerangi perdagangan manusia terhadap siapapun. Janji diucapkan segera setelah temuan kuburan massal berisi 26 jenasah Muslim Rohingya dan migran Bangladesh di Propinsi Songkhla, Jumat pekan lalu.

Tiga pejabat yang ditangkap adalah anggota dewan distrik; Asan Inthathanoo dan dua asisten kepala desa; Ror-en Sonyalae dan Alee Lamoh.

Mengutip dari Bangkok Post, ketiganya muncul dalam konferensi pers yang dipimpin oleh Kepala Polisi Jenderal Somyot Punpanmuang di Songkhla.

Inthathanoo dan Sonyalae menjadi tersangka pemasok Muslim Rohingya ke kamp perdagangan manusia. Lamoh menjadi penjaga kamp.

Satu tersangka lainnya adalah Zaw Niang Anu. Ia kini ditahan di Nakhon Sri Tammarat, utara Propinsi Songkhla.

Keempatnya akan menghadapi sidang pengadilan dengan tuduhan perdagangan manusia, penahanan, penculikan untuk tebusan. Perintah penangkapan juga dikeluarkan untuk empat tersangka lainnya yang terlibat.

Kolonel Sansern Kaewkamnerd, wakil juru bicara pemerintah, mengatakan PM Prayuth Chan-o-cha berjanji menghukum siapa pun yang terlibat dalam perdagangan manusia.

“Jika mereka pejabat negara, mereka akan mendapat hukuman berat; secara pidana maupun disiplin,” ujar Kaewkamnerd.

Udomdej Sitabutr, kepala staf umum AB Thailand, kini mengawasi secara langsung penyelidikan kamp yang berada di perbatasan Malaysia-Thailand. (bp/in/lasdipo.co/ +ResistNews Blog )