Daulah Islamiyah dikabarkan telah mengedarkan buku panduan di internet, yang disebut sebagai “Mujahid Guide”. Panduan ini disusun untuk menginstruksikan kepada para militan tentang bagaimana cara masuk ke wilayah asing secara rahasia untuk menghindari deteksi dan penangkapan.
Menurut laporan laman International Business Times pada Selasa (21/04), buku tersebut didistribusikan dalam bentuk digital, ditulis dalam bahasa Inggris tapi tidak disebutkan siapa penulisnya.
Dalam kata pengantar buku tersebut, calon rekrutan Daulah akan diajarkan bagaimana menjalani “kehidupan ganda” dan menjaga identitas mereka yang sebenarnya untuk diri mereka sendiri.
“Mujahid Guide” ini diharapkan dapat mengajarkan bagaimana mereka dapat bertahan hidup di “wilayah yang penuh ancaman” dan memperkuat umat Islam untuk peperangan akhir zaman.
Sederhananya, calon anggota Daulah yang telah direkrut akan diajarkan untuk menjadi sel-sel tidur dan mempersiapkan diri saat waktu yang tepat akan datang.
Buku ini juga menjabarkan rencana untuk kategori para calon pejuang yang baru masuk Islam, terlahir sebagai Muslim dan Muslim yang taat. Setiap kelompok diberi petunjuk khusus bagaimana cara untuk tampil “lebih ramah” saat pelatihan untuk operasi masa depan, menurut laporan WND.
Seorang pria duduk di bawah bendera ISIS.
Sel Tidur di Barat
Buku “Mujahid Guide” ini memberikan pesan yang mendasar bahwa Muslim yang sedang berada dalam tempat peraduannya harus siap untuk bangkit dari jajaran rahasia mereka dan melakukan serangan jika telah mendapatkan pemberitahuan singkat.
Informasi adanya buku panduan yang beredar di Barat ini muncul ketika seorang juru bicara Kantor Jaksa AS di Minnesota telah mengumumkan penangkapan enam orang yang diduga memiliki hubungan dengan Daulah.
Sebanyak enam orang ini disebut-sebut berencana untuk meninggalkan Minnesota dan hendak melakukan perjalanan ke Suriah untuk bergabung Daulah/ISIS.
Jaksa Wilayah Minnesota, Andrew Luger mengatakan ia merasa heran bahwa tidak ada yang berupaya dengan segala cara menghentikan para pemuda ini untuk bergabung dengan kelompok militan, lapor CNN.
AS Targetkan Dana ISIS
Sementara itu, pemerintah AS telah menjadi sangat prihatin tentang kemampuan finansial ISIS dan menekan Bank Arab untuk menghentikan penyaluran dana kelompok tersebut melalui lembaga keuangan.
“Departemen Keuangan AS sangat prihatin dengan pendanaan dari ISIS. Amerika menyadari bahwa organisasi teroris ini membutuhkan dana yang konstan,” kata Wissam Fattouh, Sekjen Persatuan Bank Arab.
Dia menjelaskan bahwa tidak seperti Al Qaidah, yang dapat beroperasi dengan sedikit uang, Daulah/ISIS membutuhkan dana yang lebih besar untuk mempertahankan kontrol wilayahnya.
Fattouh mengatakan kepada Daily Star, masyarakat internasional telah menjadi khawatir terkait laporan terdapatnya sejumlah bank komersial di wilayah yang dikuasai Daulah. Daulah/ISIS dituduh telah mencuri ratusan juta dolar dari bank-bank di Mosul wilayah saja.
Selain itu, Daulah juga diduga menjual minyak dengan harga rendah dan mengumpulkan pajak dari warga untuk membiayai operasinya. Fattouh telah meyakinkan sektor perbankan di Timur Tengah telah melaksanakan langkah-langkah yang diperlukan untuk mencegah pergerakan dana kelompok Daulah melalui jalur regulasi hukum. [Ibtimes.com (Australia Edition)/kiblat.net/ +ResistNews Blog ]