-->

Koalisi Teluk Hentikan Operasi, Syiah Hautsi Rebut Markas Militer di Taiz


+ResistNews Blog - Pemberontak Syiah Hautsi melanjutkan ekspansi militer mereka beberapa jam setelah koalisi Teluk mengumumkan menghentikan serangan udara. Rabu (22/04), pemberontak yang dibantu tentara loyalis mantan Presiden Ali Abdullah Shalih itu merebut markas brigade 35 Lapis Baja di provinsi Taiz.

Dilaporkan Al-Arabiya, sumber perwira militer Yaman menyebutkan perebutan markas tersebut terjadi setelah Syiah Hautsi terlibat pertempuran sengit dengan tentara loyalis Presiden Abduh Rabbah Manshur Hadi.

Perwira yang turut mengatur pertempuran menghalau pemberontak Syiah Hautsi di Taiz itu menunjukkan, berbagai jenis senjata semua kaliber dan tank tempur dikerahkan dalam pertempuran tersebut. Jumlah korban diperkirakan berjumlah puluhan.

Masih terjadi pertempuran antara pemberontak dan gerilyawan anti Syiah Hautsi di sejumlah tempat meskipun koalisi Teluk menghentikan operasi udara.

Sementara itu di provinsi Aden, pemberontak Syiah Hautsi dan tentara loyalis Ali Abdullah Shalih memanfaatkan pengumuman penghentian operasi Teluk untuk kembali melakukan ekspansi. Mereka bergerak menyerbu basis pejuang Perlawanan Rakyat untuk mengontrol sejumlah daerah.

Di sisi lain, pejuang Perlawanan Rakyat dilaporkan menduduki lokasi strategis di jalan lintas provinsi yang menghubungkan Marib-Sanaa. Mereka berupaya menembus Sanaa untuk mengusir Syiah Hautsi.

Di Marib, pejuang suku berhasil menewaskan 65 militan Hautsi dalam sejumlah pertempuran di kota itu. [Al-Arabiya/kiblat.net/ +ResistNews Blog ]