“Sebetulnya itu budaya internasional, tetapi kalau dibilang asli, ya Suku Indian. Sekitar 3.000 tahun yang lalu mereka memperkenalkan ke bangsa Eropa, kala Christopher Columbus tiba di Benua Amerika. Columbus kemudian membawanya kembali ke Eropa, yang kemudian menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia,” jelas Ketua Pusat Pengendalian dan Pengawasan Tembakau (TCSC), Kartono Muhammad, seperti dikutip dari Harian Terbit.
“Kebiasaan kerap dianggap budaya, itu yang terjadi di Indonesia. Di sisi lain, memang jumlah perokok di Indonesia sudah terlampau tinggi. Makanya kita sulit untuk sehari saja tidak melihat perokok,” tegas Kartono.
Sementara itu, anggota TCSC lainnya menjelaskan bahwa rokok juga membunuh sekitar 200 ribu orang Indonesia per-tahunnya. Bahkan triliunan rupiah juga habis gara-gara kasus para perokok ini. “Rugi dari masalah kesehatan, kecacatan, kematian dini, kehilangan jam kerja, dan pengobatan kanker,” jelas Hakim Pohan.[HT&GoRiau/shoutussalam.com/ +ResistNews Blog ]