Sebelumnya 18 orang Rohingya melakukan perjalanan menuju Yangon. Mereka berjalan kaki selama dua hari, dan kemudian bertemu dengan ekstremis Budha Rakhine di dekat hutan Kone Kar, yang lalu menyerang mereka.
11 orang gugur dalam penyerangan tersebut, sementara tujuh orang lainnya berhasil menyelamatkan diri dengan berlari yang setelahnya melaporkna peristiwa tersebut.
Nama dari 11 orang Rohingya yang menjadi korban tersebut adalah:
- Nazir Ahmed S/o Molvi Abdul Jail, 18 tahun
- Kala Chay S/o Abdul Rahman, 17 tahun
- Maung Ba S/o Abdul Razak, 25 tahun
- Abdul Mabud S/o Dudu Ali, 23 tahun
- Zawna Bawdin S/o Fawzul Karim, 19 tahun
- Enamul Haque S/o Muhammad Hamza, 22 tahun
- Ali Akbar S/o Muhammad Akbar, 25 tahun
- Muhammad Nuur S/o Abu Tohir, 30 tahun
- Anwar S/o Nuur Hasan, 20 tahun
- Umar Faruuq S/o Abdul Ghoffar, 24 tahun
- Wazi Rahman S/o Abdul Hasyim, 25 tahun
Muslim Rohingya di Arakan hidup di penjara terbuka. Mereka tak memiliki kesempatan untuk memperoleh pekerjaan, dan menghadapi banyak masalah di kehidupan mereka sehari-hari. Kesempatan untuk hidup lebih baik hanya jika mereka mau menyerahkan diri para organisasi gela penjual manusia di Myanmar.
Banyak yang membahayakan hidupnya dengan melakan perjalanan ke tempat yang tak jelas rimbanya. Baik melalui lautan dengan kapal kecil maupun daratan dengan berjalan kaki.
Sejak tahun 2012, tak sedikit yang kehilangan nyawanya saat berjuang mencari tempat tinggal baru yang mereka yakini membawa kebaikan untuk mereka. [rhgblg/shoutussalam.com/ +ResistNews Blog ]