+ResistNews Blog - Pejuang Taliban Pakistan (Tehreek-e-Taliban Pakistan) mengumumkan Mullah Fazlullah sebagai pemimpin baru mereka setelah meninggalnya Hakimullah Mehsud dalam serangan pesawat tanpa awak, demikian laporanaljazeera.com.
Mullah Fazlullah antara tahun 2007-2009 juga pernah memimpin pejuang Taliban di lembah Swat. Dalam sidang Dewan Taliban, Mullah Fazlullah akhirnya dikukuhkan sebagai pemimpin kelompok perjuangan ini.
Juru bicara TTP Shahidullah Shahid mengkonfirmasi kepada Al Jazeera dan menambahkan bahwa Khalid Haqqani telah ditunjuk menjadi wakil Fazlullah.
Setelah pengangkatannya, Taliban menolak pembicaraan dengan Islamabad menyatakan bahwa Mullah Fazlullah menentang negosiasi dengan pemerintah Pakistan.
Pengangkatan pemimpin baru Taliban Pakistan ini dirayakan dengan suara tembakan ke udaradi Miranshah, kota utama di daerah suku Waziristan Utara, setelah pengumuman.
Meninggalnya Mehsud pada hari Jumat kemarin terjadi saat wakil pemerintah Pakistan telah siap untuk bertemu TTP dengan maksud untuk membuka pembicaraan damai.
Serangan pesawat tak berawak yang mengakibatkan meninggalnya Mehsud ini memicu respon negatif dari Islamabad, Menteri Dalam Negeri Chaudhry Nisar menuduh Amerika Serikat melakukan sabotase upaya perdamaian. [muslimdaily.com/ +ResistNews Blog ]
Mullah Fazlullah antara tahun 2007-2009 juga pernah memimpin pejuang Taliban di lembah Swat. Dalam sidang Dewan Taliban, Mullah Fazlullah akhirnya dikukuhkan sebagai pemimpin kelompok perjuangan ini.
Juru bicara TTP Shahidullah Shahid mengkonfirmasi kepada Al Jazeera dan menambahkan bahwa Khalid Haqqani telah ditunjuk menjadi wakil Fazlullah.
Setelah pengangkatannya, Taliban menolak pembicaraan dengan Islamabad menyatakan bahwa Mullah Fazlullah menentang negosiasi dengan pemerintah Pakistan.
Pengangkatan pemimpin baru Taliban Pakistan ini dirayakan dengan suara tembakan ke udaradi Miranshah, kota utama di daerah suku Waziristan Utara, setelah pengumuman.
Meninggalnya Mehsud pada hari Jumat kemarin terjadi saat wakil pemerintah Pakistan telah siap untuk bertemu TTP dengan maksud untuk membuka pembicaraan damai.
Serangan pesawat tak berawak yang mengakibatkan meninggalnya Mehsud ini memicu respon negatif dari Islamabad, Menteri Dalam Negeri Chaudhry Nisar menuduh Amerika Serikat melakukan sabotase upaya perdamaian. [muslimdaily.com/ +ResistNews Blog ]
