-->

Twitter Larang Sayyid Quthb Bikin Account di Jejaring Sosial


Jejaring sosial Twitter ternyata melarang penggunaan nama seorang tokoh Islam dari Ikhwanul Muslimin Sayyid Quthb. Para pendukung ulama Mesir yang meninggal di tiang gantungan itu membuat account atas nama Sayyid Quthb. Namun baru beberapa jam dibuat, account tersebut langsung di suspend oleh manajemen Twitter.

Penanggung jawab account Sayyid Quthb dengan alamat @sayyid_qutbh menjelaskan kepada redaksi MuslimDaily, bahwa pada Kamis malam (12/04/2012) sekitar pukul 22.00, account Twitter atas nama @sayyid_quthb baru saja dibuat oleh pegiat fans page Facebook dengan alamat Sayyid Quthb Indonesia Fans Club, namun sekitar pukul 22.30 account tersebut langsung ditutup oleh pihak Twitter.

Menurut pengamatan admin account Twitter tersebut, account atas nama @sayyid_quthb baru diikuti (difollow) oleh sembilan orang dan baru meng-update tiga postingan di account tersebut. Namun tiba-tiba semua followers menghilang dan mendapat peringatan dari Twitter bahwa account tersebut ditutup.

Sudah sedemikian paranoidkah manajemen Twitter terhadap sosok Sayyid Quthb yang telah meninggal? Bahkan jika dicari dalam search engine (kolom pencarian) di Twitter dengan kata kunci Sayyid Qutb, maka tidak ditemukan satu pun account / pengguna dengan nama tersebut.

Lalu siapa sebenarnya sosok Sayyid Quthb?
Sayyid Quthb adalah tokoh agama, ilmuwan, sastrawan, ahli tafsir dan intelektual Islam asal Mesir. Nama lengkapnya Sayyid Qutb Ibrahim Husain Syadzili, lahir di Asyut, Mesir 9 Oktober 1906, anak tertua dari lima bersaudara. Ayahnya al-Haj Qutb Ibrahim, seorang anggota Partai Nasionalis. Beliau dibesarkan dan di didik dalam keluarga sederhana yang memegang teguh syariat Islam. Sayyid Quthb adalah anak yang cerdas, tekun beribadah dan memiliki semangat belajar tinggi. Di usia remaja, Sayyid Quthb telah hafal Alqur`an serta banyak memahami ilmu agama Islam. Di Masa Dewasa, beliau banyak menghasilkan karya-karya besar, juga menjadi aktivis gerakan Islam Ikhwanul Muslimin yang dipimpin Hasan –Al-Banna.