Mereka mengharuskan perusahaan yang memproduksi minuman keras itu untuk meminta maaf secara resmi dan menarik semua botol miras dari pasar.
Adanya iklan berupa label plastik yang ditempel pada leher botol minuman dengan tulisan dalam bahasa Arab “quwatullah takfi kulla ahadin, kekuatan Allah cukup bagi setiap orang” yang telah beredar di pasar-pasar wilayah timur Kazakhstan memicu gelombang kemarahan di kalangan para imam masjid. Dan mereka mulai melakukan kampanye serangan elektronik pada minuman tersebut, serta mengingatkan bahwa Islam melarang minuman keras (beralkohol).
Perusahaan miras ini kemudian melemparkan kesalahan pada perusahaan miras Rusia yang menjadi mitranya sebagai pihak yang bersalah, dengan memasang iklan berbahasa Arab, di mana ia mengira bahwa iklan itu merupakan model propaganda dengan menggunakan bahasa lokal (islamtoday.net, 11/4/2012).
