“Tidak akan ada
kesepakatan yang akan dicapai Mesir dengan IMF dan lembaga asing
manapun," ujar Kepala Komite Ekonomi Ikhwan Muslimin dari Partai
Kebebasan dan Keadilan (FJP) kepada Al Arabiya, Jumat (13/04).
FJP mendesak agar
pemerintah Mesir harus berpikir panjang sebelum memutuskan bekerjasama
dengan IMF. Mesir harus memikirkan persyarat yang diajukan IMF,
bagaimana rencana pembelanjaan pinjaman dan melunasi pinjaman tersbeut.
Menkeu Al-Said
mengatakan pinjaman dengan IMF sebesar US$3,2 miliar itu dianggap
penting untuk menjaga keseimbangan krisis dan devaluasi mata uang yang
terjadi di Mesir. Kesepakatan itu akan dicapai pada 15 Mei 2012, sepekan
sebelum pemilihan presiden Mesir dimulai.
Saat ini, uaj Said, Mesir membutuhkan
US$10 hingga 11 miliar selama 18 bulan ke depan untuk menjaga stabilitas
ekonomi. Komentar Said ini keluar 2 hari setelah IMF mengeluarkan
pernyataan akan melakukan kunjungan ke Mesir.
(ss/rin/kap)
