Namun orang paling dicari itu bukan kategori "ekstrimis atau militan". Sosok yang menggantikan posisi Bin Ladin itu adalah seorang "ahli komputer" Justin Toth dari San Juan. FBI menawarkan imbalan 100.000 dolar Amerika untuk informasi secara langsung yang bisa mengarah ke penangkapannya dengan tuduhan memproduksi pornografi anak.
Seperti dilansir dari Politico.com, jurubicara FBI Angela Bell mengatakan proses memutuskan siapa yang harus dimasukkan dalam daftar buronan nomor satu salah satunya ditentukan apakah orang itu masih menimbulkan ketakutan. Kadangkala ketika calon buronan itu akan ditetapkan menjadi orang nomor satu paling dicari, akhirnya ia tertangkap. Maka proses pemilihan nama buronan nomor satu akan diatur kembali.
"Kami hanya memiliki satu pria dari San Juan yang akan kami masukkan dalam daftar harus ditangkap," ujar Angela Bell seperti dikutip Politico.com.
Kini, FBI mengganti buronan nomor satunya, dari seorang sosok Usamah bin Ladin menjadi produsen film porno anak-anak. [muslimdaily.net]
