-->

Situasi Buruk di Idlib, Digempur Pasukan Keji Assad, Warga Dibunuh, Masjid Dihancurkan, 114 Syahid, Di Manakah Kaum Muslim Dunia?


ResistNews - Setelah melakukan pembantaian, pembunuhan dan penyembelihan di Homs, mulai dari Khalidiyah, Baba Amru, hingga Karomal Zaytun, rezim keji Assad juga menghancurkan kota Idlib. Ini terjadi saat dunia diam atas pembantaian diktator Assad yang didukung Amerika Serikat ini.
Di Idlib, tank-tank berat melakukan penembakkan sembarangan di semua daerah utara, dan al-Na'ura dan daerah lainnya selama lima hari berturut-turut.  "Lebih dari 20 rumah telah dihancurkan oleh tank Assad pada hari ini di kota," laporan The Syrian Days of Rage.

Serangan brutal pemboman telah menewaskan banyak para syuhada dan korban luka-luka, dengan ketidakmungkinan penyelamatan atas mereka.

Sejumlah dokter dilaporkan telah ditangkap karena memberikan layanan kemanusiaan dan memberikan perawatan medis bagi yang terluka.

Pasukan Assad juga telah menangkap para aktivis yang bekerja dalam kampanye bantuan kemanusiaan, seperti "Mercy Between Us" dan "Youth of Idlib to Rescue the Nation".

Penjarahan, perusakan dan pembakaran rumah-rumah aktivis dan rumah mereka kini mengungsi, termasuk bisnisnya.
Masjid Dihancurkan, Adzan Dilarang

Pasukan keamanan keji Assad dilaporkan tidak mengizinkan panggilan adzan di Masjid, di samping menghancurkan dan membakar isi dalam beberapa masjid. Lalu mereka menulis kata-kata kotor di dinding masjid.

Rekaman video memperlihatkan mayat orang-orang berlumuran darah beberapa diantaranya berserakan di lantai masjid. Sebuah suara yang tak terlihat mengatakan mustahil untuk memindahkan mereka karena serangan berat sedang berlangsung.

Provinsi Idlib yang berbatasan dengan Turki dan telah menjadi tempat persembunyian kelompok oposisi anti Assad.

Seorang aktivis di kota Idlib, berbicara melalui telepon, mengatakan pasukan keamanan telah menewaskan 11 orang yang mencoba untuk meninggalkan daerah itu dua hari lalu dan membuang mayat mereka di masjid al-Bilal.

Mayat yang lain dibawa ke masjid pada hari Senin lalu, tapi ketika penduduk setempat pergi untuk memeriksa mayat-mayat, mereka juga mendapat serangan, menjadikan korban tewas di atas 50. Aktivis lainnya yang dihubungi oleh Reuters menegaskan pembunuhan.

Pasokan air dan listrik telah diputuskan untuk lima hari berturut-turut, serta kelangkaan ekstrim bahan bakar seperti bensin, gas, dan minyak. Situasi kemanusiaan sangat buruk bagi rakyat Idlib dan kota ini benar-benar menderita kekuaranan obat-obatan, darah, makanan, susu untuk anak-anak.

Rezim sengaja ingin membuat kelaparan serta menghinakan rakyat. Idlib dapat dianggap sebagai daerah bencara sebagai akibat dari penembakan pasukan keji Assad. Situasi mereka yang kini mengungsi dan tinggal di peternakan sangat buruk tanpa makanan atau air.
114 Telah Dibunuh di Idlib

Berita terbaru, pada hari Rabu, 40 syahid telah dibunuh pasukan Assad. Sebanyak 23 orang di Idlib, 6 di Homs, 4 di Daraa, 3 di sekitar daerah Damaskus, 2 di Hama, dan 1 syahid di Damaskus dan Allepo Suriah. Al-Jazeera melaporkan, lebih dari 10 syahid dibung oleh pasukan Assad di Al-Qusayr, Homs.
Idlib merupakan benteng perlawanan rakyat terhadap Bashar al-Assad terbaru yang digempur pasukan keji Assad. Dalam laporan terbaru, para aktivis Suriah telah mengumpulkan daftar dari 114 warga sipil yang tewas sejak serangan yang dimulai pada 10 Maret 2012.

Lima saksi mata, termasuk tiga wartawan asing, memberikan keterangan bahwa pasukan pemerintah menggunakan senjata senapan kaliber besar, tank dan mortir untuk menembaki tanpa pandang bulu bangunan-bangunan dan orang-orang di jalanan.

Setelah mereka masuk kota Idlib, pasukan pemerintah menahan orang-orang di rumah, serta menggeledah, menjarah bangunan, dan membakar rumah, kata saksi.

"Setengah dari bangunan itu dihancurkan. Tiga anak-anak, dua perempuan dan satu laki-laki, dan ayahnya telah dibunuh. Salah seorang gadis telah terjatuh dari bangunan sehingga dia terletak di jalan. Para anggota keluarga lainnya terluka juga. Sepertinya bangunan itu telah dihantam dari atap. Tidak ada alasan khusus bagi tentara untuk menyerang gedung ini. Mereka hanya menembaki segala hal. Mereka gila. Mereka tidak memiliki target tertentu," kata Wasim seorang penduduk Idlib menggambarkan ketia ia pergi ke sebuah gedung di jalan Ajama bagian barat laut kota yang telah diserang sekitar pukul 6 pagi pada tanggal 10 Maret.
Di Manakah Anda, Wahai Umat Muhammad?

Warga sipil dibunuh setiap hari oleh pasukan keji Assad saat dunia dan negeri Muslim kembali diam atas pembunuhan ini. Kaum Muslim Suriah telah berulang kali meminta pertolongan saudara-saudara mereka seiman yang tersebar dari Maroko hingga Merauke.

"Di manakah bangsa Arab, di manakah kaum Muslim," teriak mereka dalam setiap aksi yang terus digelar sekalipun harus berhadapan dengan senjatan keji Assad.

Sekali lagi, tanpa Khilafah, kaum Muslim terpenjara oleh batas-batas semu nasionalisme buat penjajah Barat. Di samping para penguasa korup yang telah memenjarakan para tentaranya hanya di barak-barak militer mereka.

Sementara, kaum Muslim di Suriah pun hanya berharap kepada Allah, Rabb yang telah menciptakan alam semesta raya ini. Semua mereka persembahkan hanya untuk Allah semata.

Sungguh berat tanggung jawab kaum Muslim kelak di akhirat yang telah mendiamkan pembantaian terhadap saudara mereka para mukhlishin di Suriah itu terus terjadi. Sudah saatnya, kini kaum Muslim bersatu padu di bawah institusi Khilafah yang akan mengembalikan kemuliaan umat ini. Semakin dekat. [m/f/syriandayffrage/tahrirsyria2011/hrw/syabab.com]