| Mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Pembebasan Lampung berunjuk rasa soal kenaikan harga BBM, Rabu (14/3/2012) di Gedung DPRD Lampung. |
Para mahasiswa itu menilai, kenaikan harga BBM bersubsidi yang bisa mencapai 30 persen dinilai justru akan memperburuk perekonomian negara.
Aksi digelar di Tugu Adipura dan Gedung DPRD Lampung. Ketua Gerakan Mahasiswa Pembebasan Lampung Falsa Mukhlisan mengungkapkan, dari pengalaman kenaikan harga BBM di Nigeria, dari Rp 3.600 menjadi Rp 7.890 ternyata berdampak buruk.
Kegiatan ekonomi di negara itu, ucapnya, lumpuh akibat melemahnya daya beli masyarakat. Untuk itu, mahasiswa berharap pemerintah mengkaji ulang rencana menaikkan harga BBM. Sebab, bukan tidak mungkin pengalaman serupa bisa terjadi di Indonesia.(kompas.com)
