-->

Endus Gerakan Pemurtadan, Massa Gardah Geruduk Hotel Tjimahi

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_ZxwOxuTZvP7TxIASwbxwP_i9-D7StUnCQ-HptvS0eApG1-CS_0e5b8Rbi4_YLRlEvhg0lbV9_rTBozQA-ziHUPvptSO7EvySy_45Uu7FXHrwvX0Cm3mhAuFvDTQnQHqNoRVF0_zBwu9-/s1600/Misioooo.jpg
ilustrasi
ResistNews - Sekitar 30 orang dari Ormas Islam Pagar Aqidah (Gardah) menggeruduk Hotel Tjimahi di Jalan Raya Cimahi, Kamis (15/3/2012). Mereka rencananya akan melakukan penggerebekan kegiatan pembaptisan yang diduga akan dilakukan oleh LPMI (Lembaga Pemerhati Mahasiswa Indonesia), yang sebenarnya berarti Lembaga Penginjilan Muslim Indonesia yang dipimpin oleh Pendeta Paulus.

Namun rencana pembaptisan tersebut ternyata telah tercium, sehingga tak ditemukan adanya kegiatan pembaptisan yang menurut kabar akan diikuti oleh sekitar 70 orang dari berbagai daerah di Jabar.

"Dari hasil investigasi tim Gardah, hari ini akan ada pembaptisan massal di Hotel Tjimahi ini. Tapi entah bagaimana tercium dan acara batal dilaksanakan," ujar Ketua Umum Gardah Jawa Barat Suryana Nurfatwa saat tiba di Hotel Tjimahi.

Pemurtadan dilakukan dengan mengiming-imingi muslim yang memiliki kesulitan ekonomi dengan pembebasan utang, pemberian modal atau bantuan hidup.

"Kalau pindah agama karena dalam perjalanannya memang membuat seseorang berpindah kami tidak masalah. Tapi kalau dengan ajakan dengan cara yang salah, kami merasa terganggu," katanya.

Ia menyebut, gerakan pemurtadan ini sudah lama dikejar oleh Gardah dan sempat diduga sebagai aliran sesat Islam Hanif. Karena cara yang digunakan sama, yaitu membawa korban wisata lalu di tempat wisata tersebut dibaptis.

"Bedanya, kalau Islam Hanif meski dibaptis tetap mengaku Islam walau pemahamannya sudah nasrani. Namun kalau gerakan ini setelah dibaptis langsung masuk nasrani," tuturnya.

Meski tak menemukan adanya kegiatan pembaptisan, massa Gardah tetap memasuki area hotel untuk menemui pemilik hotel untuk meminta komitmen agar hotel tersebut tidak dijadikan tempat pembaptisan.

"Menurut kabar, selama 3 tahun tempat ini dijadikan tempat pembaptisan dan kebaktian," katanya.

Massa datangi Hotel Tjimahi sekitar pukul 10.00 WIB lalu membubarkan diri sekitar pukul 11.00 WIB lebih. (detikcom)