ResistNews - Pemerintah Iran bersikeras membantah tudingan pemerintah AS mengenai keterlibatan dalam plot ekstremis Iran untuk membunuh Dubes Arab Saudi untuk AS. Bahkan menurut Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, tuduhan AS itu mirip dengan klaim senjata pemusnah massal yang menjadi dasar invasi AS dan sekutu ke Irak pada tahun 2003 lalu. Tuduhan tersebut pada akhirnya terbukti tidak benar.
Dicetuskan Ahmadinejad, Washington telah merekayasa plot pembunuhan Dubes Saudi itu guna menimbulkan ketegangan antara Iran dan Saudi dan mendominasi wilayah Teluk.
"Di masa lalu pemerintah AS mengklaim ada senjata pemusnah massal di Irak. Mereka mengatakan itu dengan sangat yakin, mereka menawarkan dan menyampaikan dokumentasi dan semua orang bilang 'ya, kami percaya Anda, kami yakin," kata Ahmadinejad dalam wawancara di stasiun televisi Al Jazeera.
"Sekarang semua orang bertanya pada mereka, apakah klaim itu benar? Apakah mereka menemukan senjata pemusnah massal di Irak? Mereka merekayasa setumpuk berkas. Apa itu hal yang sulit dilakukan?" cetus pemimpin negara republik Islam itu seperti dilansir Reuters, Selasa (18/10/2011).
"Kebenaran pada akhirnya akan terungkap dan tak akan ada masalah bagi kami di saat itu," tegas Ahmadinejad.
Sebelumnya Presiden AS Barack Obama mengatakan, dirinya mengharapkan terbongkarnya plot pembunuhan Dubes Saudi tersebut akan mendorong pengetatan sanksi internasional terhadap Iran. Bahkan Obama menegaskan bahwa semua opsi terbuka dalam menghadapi Iran, sebuah ancaman tak langsung akan kemungkinan aksi militer.
Namun menurut Ahmadinejad, kemungkinan konflik militer tak akan terjadi. "Saya pikit ada beberapa orang di pemerintahan AS yang menginginkan ini terjadi namun saya pikir ada orang-orang bijak di pemerintahan AS yang tahu bahwa mereka tak seharusnya melakukan itu," tutur Ahmadinejad.
Meski begitu panglima pasukan darat militer Iran, Ahmad Reza Pourdastan menegaskan, pasukannya sangat siap memberikan respons cepat atas setiap agresi di wilayah Iran. "Saat ini Amerika terlalu tidak stabil untuk berpikir tentang melancarkan serangan atas Iran," cetusnya. (detik.com)
