-->

MA Israel Gelar Sidang Tolak Pertukaran Tahanan

ISRAEL
  
ResistNews - Pertukaran 1.000 orang Palestina yang menjadi ta­hanan Israel dengan seorang tahanan Hamas, Sersan Gilad Shalit tidak berjalan mulus.  Warga Israel yang mengaku menjadi korban serangan pe­juang Palestina, Hamas, me­nolak kebijakan yang dise­pa­kati Perdana Menteri Israel Ben­­jamin Netanyahu dan Pre­si­den Palestina Mahmoud Abbas.
Mahkamah Agung Israel, kemarin, menggelar per­si­dangan yang meng­agen­da­kan curhat dari anggota ke­luarga Israel yang menen­tang pem­bebasan itu. Seba­nyak tiga pe­tisi juga mereka sampaikan dalam persi­da­ngan tersebut.
“Tujuan dari petisi ini ada­lah untuk menghentikan ke­gilaan ini. Kami takut, teror akan kembali merebak di ja­lan, di restoran, di kafe, di se­kolah bahkan kalau malam di tempat tidur,” kata Meir Schi­jve­schuurder, yang orang tu­anya dan tiga saudaranya tewas dalam pemboman 2001 di sebuah restoran pizza, Sbar­ro. Dua keluarga lain yang kehilangan orang yang di­cintai dalam pemboman 2003 di sebuah bus di Haifa.
Seperti diketahui, pekan lalu, Israel telah menyetujui kesepakan pertukaran tahanan dengan Palestina. Dalam kese­­pakatan itu Palestina berjanji akan membebaskan seorang tentara Israel, Gilad Shalit jika Israel membebaskan 1027 tahanan Palestina. Pembe­ba­san tawanan Palestina ini akan melalui dua tahap.
Dalam kesepakatan per­tukaran tawanan, yang difa­si­litasi Mesir dan Jerman, seba­nyak 477 tawanan yang 27 di antaranya wanita akan dile­pas hari ini melalui sejumlah per­lintasan. Sementara tahap ke­dua akan dibebaskan se­ba­nyak 550 tawanan, dua bulan setelah pembebasan pada ta­hap pertama. (rmol)