ISRAEL |
Mahkamah Agung Israel, kemarin, menggelar persidangan yang mengagendakan curhat dari anggota keluarga Israel yang menentang pembebasan itu. Sebanyak tiga petisi juga mereka sampaikan dalam persidangan tersebut.
“Tujuan dari petisi ini adalah untuk menghentikan kegilaan ini. Kami takut, teror akan kembali merebak di jalan, di restoran, di kafe, di sekolah bahkan kalau malam di tempat tidur,” kata Meir Schijveschuurder, yang orang tuanya dan tiga saudaranya tewas dalam pemboman 2001 di sebuah restoran pizza, Sbarro. Dua keluarga lain yang kehilangan orang yang dicintai dalam pemboman 2003 di sebuah bus di Haifa.
Seperti diketahui, pekan lalu, Israel telah menyetujui kesepakan pertukaran tahanan dengan Palestina. Dalam kesepakatan itu Palestina berjanji akan membebaskan seorang tentara Israel, Gilad Shalit jika Israel membebaskan 1027 tahanan Palestina. Pembebasan tawanan Palestina ini akan melalui dua tahap.
Dalam kesepakatan pertukaran tawanan, yang difasilitasi Mesir dan Jerman, sebanyak 477 tawanan yang 27 di antaranya wanita akan dilepas hari ini melalui sejumlah perlintasan. Sementara tahap kedua akan dibebaskan sebanyak 550 tawanan, dua bulan setelah pembebasan pada tahap pertama. (rmol)
