-->

Banjiri Desa Palestina, Ribuan Yahudi Invasi Makam Islam

KIFL HARES, PALESTINA (SuaraMedia News) – Ribuan orang Yahudi Ortodoks membanjiri sebuah desa Palestina pada hari Jumat (9/4) untuk berziarah di tiga buah makam yang selama ini diperdebatkan, mereka berdoa dan menari di lokasi yang mereka klaim sebagai makam leluhur mereka di dalam kitab suci.

Mereka membanjiri lokasi-lokasi tersebut dengan mendapat pengawalan para prajurit Zionis yang memaksakan "jam malam" untuk para penduduk setempat, hal itu terjadi sebelum matahari tenggelam pada hari Jumat. Itu dilakukan untuk menghindari masalah dengan warga Palestina di Kifl Hares, yang mengatakan bahwa makam-makam tersebut berisi sisa-sisa jasad orang-orang Muslim.

"Kunjungan" semacam itu amat sensitif, karena rakyat Palestina khawatir jika orang-orang garis keras Israel mempergunakan klaim keagamaan sebagai alasan untuk mengklaim Yerusalem sebagai ibukota mereka.

Awal tahun ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memutuskan untuk memasukkan dua situs suci di Tepi Barat dalam daftar "warisan budaya" Israel. Hal itu memicu bentrokan selama berminggu-minggu, antara rakyat Palestina yang hanya mengandalkan lemparan batu melawan pasukan Israel di kota Al-Khalil (Hebron). Dua situs tersebut adalah Al-Magharah dalam kompleks Masjid Ibrahimi di Al-Khalil, dan Makam Rachel di Betlehem (Bait Lahm), keduanya adalah situs penting bagi umat Islam, namun juga diklaim oleh Yahudi.

Tidak ada bentrokan yang dilaporkan terjadi dalam kunjungan ke Kifl Hares tersebut, yang dimulai pada hari Kamis malam hinga Jumat pagi. Namun, walikota Palestina menyebut zarah Yahudi tersebut sebagai sebuah gangguan serius.

Para prajurit Israel, sebagian menggunakan glowstick untuk mengatur dan mengarahkan orang-orang Yahudi dalam kegelapan, memaksakan jam malam terhadap para penduduk Palestina.

Orang-orang Yahudi tersebut, sebagian membawa anak-anak atau mendorong kereta bayi, berjalan menyusuri jalanan desa yang sempit. Di dekat makam, para pria Yahudi ultra-Ortodoks dengan jambang panjang dan mengenakan topi hitam membentuuk lingkaran kemudian berdoa, menari dan menyanyi.

Sejumlah Yahudi Ortodoks mengklaim bahwa tokoh Yahudi dalam Taurat, Joshua, bersama ayahnya, Nun, dan rekannya Caleb, dikuburkan di Kifl Hares. Masyarakat Palestina mengatakan makam-makam tersebut berisi sisa-sisa jasad Muslim.

Sekitar 5.000 orang Yahudi dari berbagai penjuru Israel dan pemukiman ilegal di Tepi Barat membanjiri desa tersebut pada hari Kamis malam, sebagian besar mencarter bus untuk pergi ke sana. Para prajurit Israel berbaris dan mengawasi jalanan, mereka mengarahkan orang-orang Yahudi menuju tiga makam tersebut.

Di makam yang diyakini Yahudi sebagai makam Joshua, para pria bertopi hitam dan bermantel panjang tampak berdesak-desakan untuk masuk. Mereka mengumandangkan doa, membaca Mazmur dan mengambil gambar. Para wanita dengan rok panjang yang mengenakan topi atau penutup kepala, berdoa di bagian lain yang terpisah.

Di luar, para pedagang Yahudi menjajakan buku-buku religius, CD dan stiker bemper. Yang lainnya membagikan minuman ringan dan potongan kue. Kemudian, para pria Ortodoks menyilangkan tangan dan saling berpegangan kemudian menari dalam lingkaran dan menyanyikan lagu-lagu pujian.

"Merupakan sebuah kesempatan khusus ketika mereka bisa berada di makam salah satu pemimpin terpenting kaum Yahudi," kata David Haivri, salah satu panitia pengorganisir kegiatan tersebut.

Militer Israel mengatakan, para peziarah Yahudi hanya boleh memasuki komunitas Palestina dengan pengawalan militer.

Di Tepi Barat, ketegangan terus bertambah, khususnya antara penduduk desa Palestina dan pemukim ilegal garis keras Yahudi, yang dalam beberapa bulan terakhir meningkatkan serangan terhadap penduduk Palestina.

Ahmed Bouzia, walikota Kifl Hares, mengatakan bahwa ziarah Yahudi tersebut merupakan gangguan serius dan menambahkan bahwa para penduduk desa khawatir jika Israel akan coba merampas situs-situs tersebut dari mereka.

"Ketiga-tiganya adalah makam Islam," kata Bouzia, ia menambahkan bahwa salah satunya adalah makam seorang leluhur.

"Siapapun yang menggunakan mata kepalanya dengan benar pasti tahu makam-makan itu adalah makam Islam," pungkasnya. (dn/dn) www.suaramedia.com