-->

Khilafah Islam (Segera) Datang!

Memperhatikan eksistensi dan perkembangan Daulah Islam Di Iraq Dan Syam atau ISIS menghasilkan harapan besar yang membuncah-buncah bagi seluruh kaum Muslimin yang telah lama merindukan hidup sejahtera di bawah naungan syariat Islam.

Sebagaimana dikatakan oleh Abdullah bin Muhammad, dalam bukunya Strategi Dua Lengan, bahwa mendiskusikan proyek besar seperti penegakan kembali Khilafah Islamiyah, akan membawa kita untuk memperhatikan banyak prinsip dan syarat-syarat yang diperlukan untuk menyukseskan gagasan tersebut. Karena kita sudah membahas permasalahan iklim yang cocok untuk melahirkan proyek khilafah maka kita tinggal menentukan syarat-syarat yang diperlukan dan fitur-fitur strategis yang memungkinkan kita untuk bekerja dalam fase ini.

Mulai saat ini,Insya Allah,kita sudah mampu untuk menepis tuduhan musuh-musuh kita bahwa kita hanyalah para penghayal dan pemimpi tentang tegaknya Daulah Islam, Khilafah ala Minhajin Nubuwah. Karena dengan melihat perkembangan setiap detik dari ISIS, harapan itu kembali membuncah dan do’a-do’a tulus pun teruntaikan dari bibir ini agar keberadaannya eksis, meluas, dan benar-benar menjadi Khilafah Islam ala Minhajin Nubuwah yang dijanjikan tersebut. Insya Allah!

Khilafah Janji Yang Pasti Terjadi

Saat ini, sebagaimana diungkapkan oleh Syekh Abu Qotadah dalam Al Jihad wal Ijtihad, kita tinggal menanti-nantikan para Mujahidin meruntuhkan struktur bangunan peradaban syeten, para diktaktor, melalui faktor-faktor pendukung dasar yang ada, hingga kita hadir sendiri menyaksikan masa depan tersebut.

Kita bukanlah Para Pemimpi, meski semua kesuksesan dimulai dengan mimpi. Masih menurut Abdullah Bin Muhammad, sejarah berkaitan erat dengan cerita kita dan orang-orang yang tidak terlalu tersohor pada awalnya. Bisa jadi, ide-ide mereka itulah yang nantinya mampu mengubah jalannya peristiwa dan perang setelah itu.

Setiap chaos adalah peluang. Demikian ujar Abdullah bin Muhamad. Maka fenomena “Arab Spring” menjadi fokus terutama untuk dikaitkan dengan strategi global gerakan Islam dalam rangka mendirikan Khilafah Islamiyah. Dan proyek besar itu ada di Syam dan Yaman, dengan menjalankan dua kata kunci, Fokus dan Tuntas.

Fokus dalam arti mengerahkan sebagian besar potensinya untuk masuk ke gelanggang Syam dan Yaman. Kiprah di tempat lain seperti Iraq, Somalia, dan Mali dapat difungsikan sebagai daerah penyangga sekaligus madrasah tempat latihan bagi SDM yang akan diterjunkan di kedua daerah utama di atas. Selain juga memperpanjang program “1001 Sayatan Untuk Amerika” yang telah dijalankan sebelumnya. Program untuk memaksa Amerika turun di medan laga meladeni perang asimetris-nya Al Qaeda sehingga energinya terkuras habis.

Sementara tuntas adalah perencanaan komprehensif yang tidak berhenti pada persiapan peperangan semata. Lebih daripada itu, disarankan agar kekuatan jihadis juga terampil mengelola wilayah yang telah diduduki. Diantaranya kemampuan menyediakan kebutuhan pokok penduduk setempat, seperti keamanan, bahan pangan,air, dan sumber daya atau energi-meski dalam taraf minimal. Kemampuan penyelenggaraan sarana hidup seperti itu akan membuat penduduk setempat menaruh simpati dan kepercayaan, yang kemudian akan menjadi “Iklan Gratis” dari mulut ke mulut. Citra positif ini sangat menguntungkan jihadis sebelum penaklukan sebuah wilayah.

Dan semua persyaratan dan kondisi tersebut kini secara real telah dilakukan oleh ISIS, alias Daulah Islam Di Iraq Dan Syam dan kita mendo’akannya agar terus berkembang dan berjaya. Masya Allah, Allahu Akbar!

Wallahu’alam bis showab!

[al-mustaqbal.net/ +ResistNews Blog ]