+ResistNews Blog - Insiden penembakan di Hebron, wilayah Palestina menyisakan sebuah kepedihan. Pasalnya, seorang petugas medis Israel terlibat dalam pembunuhan seorang warga Palestina yang dianggap Israel sebagai teroris.
Sebelumnya, militer Israel melaporkan telah menembak mati dua orang warga Palestina pada Kamis (24/03) setelah melakukan serangan di Hebron. Ketika melihat salah satu warga Palestina masih hidup, seorang petugas medis lantas menembaknya di kepala.
Dalam hal ini, militer Israel mengklaim telah menahan petugas medis tersebut. Serta menyebut insiden itu adalah pelanggaran berat.
Beberapa jam setelahnya, petugas medis itu melakukan pembelaan. Ia mengatakan bahwa orang Palestina yang ditembaknya memiliki pisau dan mungkin saja mengenakan rompi peladak. Selain itu, pengacaranya juga menghimbua masyarakat agar tidak menyalahkan kliennya, karena hal itu dilakukan untuk membela rakyat Israel.
Militer Israel seringkali menggunakan kekuatan berlebihan terhadap warga Palestina. Hal tersebut telah berulangkali diprotes oleh dunia internasional dan masyarakat Arab pada umumnya. [Antiwar/kiblat.net/ +ResistNews Blog ]
Sebelumnya, militer Israel melaporkan telah menembak mati dua orang warga Palestina pada Kamis (24/03) setelah melakukan serangan di Hebron. Ketika melihat salah satu warga Palestina masih hidup, seorang petugas medis lantas menembaknya di kepala.
Dalam hal ini, militer Israel mengklaim telah menahan petugas medis tersebut. Serta menyebut insiden itu adalah pelanggaran berat.
Beberapa jam setelahnya, petugas medis itu melakukan pembelaan. Ia mengatakan bahwa orang Palestina yang ditembaknya memiliki pisau dan mungkin saja mengenakan rompi peladak. Selain itu, pengacaranya juga menghimbua masyarakat agar tidak menyalahkan kliennya, karena hal itu dilakukan untuk membela rakyat Israel.
Militer Israel seringkali menggunakan kekuatan berlebihan terhadap warga Palestina. Hal tersebut telah berulangkali diprotes oleh dunia internasional dan masyarakat Arab pada umumnya. [Antiwar/kiblat.net/ +ResistNews Blog ]
