-->

Peran Iran dalam Perkembangan Syi'ah Aljazair



+ResistNews Blog - Surat kabar Aljazair mengungkapkan adanya peningkatan jumlah Syi’ah di negara di Aljazair. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya buku-buku dan brosur Syiah yang menyebar masjid di ibukota. Pemerintah Aljazair yakin bahwa Kedutaan Besar Iran untuk itu mengambil bagian penting dalam menyebarkan Syiah di Negara mereka, Senin (27/4).

Surat kabar itu mengatakan dalam sebuah laporannya bahwa baru-baru ini telah ditemukan buku kecil dan brosur Syiah beredar di masjid ibukota, di bawah judul “Doa-Doa Tawaf Syi’ah” para jemaah belajar bagaimana berdoa saat melakukan umrah atau haji, dan hal aneh lainnya sesuai dengan ajaran syi’ah. Sedangkan konten bagian itu ditulis dalam bahasa Farsi .

Surat kabar juga menambahkan bahwa, “Sekilas jika para jama’ah melihat buku dan brosul tersbut, mereka akan berpikir bahwa buku tersebut adalah kumpulan dzikir dan doa, namun setelah diperhatikan lebih seksama, ternyata buku-buku dan brosur tersbut mengandung ajaran Syiah yang bertentangan dengan keyakinan Ahlu Sunnah.”

“Selain itu buku tersbut memiliki banyak koreksi, di antaranya adalah tidak dicantumkan nama penulis dan tidak ditulis keterangan tentang hadits-hadits yang ada dalam buku. Ini bukan insiden pertama dalam hal yang serupa. Banyak fakta yang mengungkapkan adanya penyebaran agama syi’ah dengan menggunakan cara-cara yang sama di masjid-masjid Aljazair,” tambhanya.

Pemimpin gerakan kebangkitan dan kemerdekaan Salafiyyah Aljazair, Abdul Fattah Hamdah Zarawa menuduh Iran di Aljazair bertanggung jawab dalam penyebaran doktrin Syi’ah. Yang ia menyebut metode yang mereka lakukan adalah “Metoded Tentakel”.

Ia juga menekankan bahwa hari ini terdapat lebih dari 3 ribu Syiah di Aljazair dan disebarkan di berbagai wilayah, data statistik mengkonfirmasi bahwa mereka di seluruh wilayah Aljazair.
Dan yang paling membuatnya tidak terima adalah mereka menyelipkan selebarab dan brosur-brosur Syi’ah di tengah-tengah Al-Qur’an.

Dia menunjukkan bahwa salah satu duta besar Negara asing untuk Aljazair menyuntikkan uang dalam jumlah besar untuk menyebarkan Syiah dan mendukung orang-orang yang mengikuti Syi’ah dengan berbagai cara. Ada hubungan antara pengusaha dan dana yang diterima untuk menyebarkan doktrin Syi’ah, tambahnya.

“Di kedutaan sendiri terdapat bagian khusus yang bertugas untuk mendukung orang-orang syi’ah dan orang-orang yang loyal padanya,” tambahnya.

Dalam hal ini, Abdul Fattah Hamdah Zarawa menyerukan otoritas publik agar perlunya mengatasi fenomena ini, membersihkan masjid buku dari buku-buku Syi’ah, juga menghentikan dan merehabilisasi semua orang yang telah terjangkit pengaruh Syi’ah. Juru bicara itu menegaskan bahwa ia telah menemukan buku-buku seperti masjid di ibukota dan di masjid-masjid lain di republik ini. [an-najah/ +ResistNews Blog ]