-->

Pejabat Amerika mengakui bahwa operasi merebut Tikrit, gagal total!



+ResistNews Blog - Pentagon: departemen pertahanan Amerika, menyatakan pada hari Kamis bahwa pasukan Irak berjuang keras untuk merebut kembali kota Tikrit, namun mendapatkan perlawanan yang gigih dari Islamic State (baca: Daulah Khilafah) sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Juru bicara Pentagon, Kolonel Steve Warren, saat konfrensi pers kepada wartawan, mengatakan bahwa pasukan Irak saat ini -hanya- melingkari kota Tikrit, yang dipandang sebagai uji coba dari kemampuan Irak untuk mengalahkan Islamic State. Warren mengatakan jalannya pertempuran saat ini “tak bergerak” dan bahwa pasukan Irak, yang meliputi pejuang pemerintah dan milisi syiah, belum masih mau bergerak ke dalam kota Tikrit.

Warren mengatakan bahwa pemimpin milisi Syiah “berbohong dan menipu semua orang” mengenai kemenangan melawan Islamic State, “kita melihat sekarang bahwa sebenarnya itu tidak benar.”

“Masih banyak yang harus mereka lakukan” kata Warren. “Perang dalam kota itu sulit.” lanjutnya,

Para pejabat AS mengatakan bahwa laporan-laporan mengani kemenangan Irak dalam pertempuran sangat prematur, dan Pentagon mengatakan bahwa Islamic State memanfaatkan masa-masa ini untuk menyusun pertahanan mereka. Berbicara di depan Kongres, Rabu, Jenderal Martin Dempsey, ketua Kepala Staf Gabungan AS, mengatakan bahwa pasukan Syiah memang menjadi kekuatan penting dalam operasi di Tikrit, tetapi tidak punya banyak kesuksesan sebagaimana yang mereka -syiah- laporkan.

Pasukan Irak dan Milisi Syiah Tidak Berkoordinasi

Pemerintah Irak sebelumnya menyatakan bahwa operasi pembebasan kota Tikrit dihentikan sementara disebabkan jumlah korban tewas dari pihak Irak “cukup signifikan”. Di lain tempat, Tuan Jbarra yang merupakan Kepala Dewan Suku Provinsi Salah Al Din, membocorkan bahwa ” ratusan tentara Islamic State setidaknya memasang 6.500 ranjau IED disetiap akses menuju kota Tikrit”

Jbarra mengakui bahwa pertempuran tidak terkoordinasi seperti yang diharapkan, pasukan keamanan resmi Irak seringkali meninggalkan dibelakang milisi Syiah yang masih belum siap. Juga disebabkan kurangnya tim yang bisa melacak dan menjinakkan bom-bom yang dipasang Islamic State sebagai jebakan.

Marilah kita doakan mujahidin agar diberikan kekuatan dan kesabaran melawan milisi Syiah. [Washington Post/Wall Street Journal/ +ResistNews Blog ]