+ResistNews Blog - Aksi penembakan terhadap warga Yahudi di Perancis ternyata membuat mayoritas Yahudi di Eropa merasa terancam kehidupannya. Di Prancis, sebanyak 15 ribu warga Yahudi diperkirakan akan beremigrasi ke Israel karena merasa tidak aman. Situasi yang hampir sama juga melanda warga Yahudi di Inggris.
Lebih dari setengah orang Yahudi di kota-kota Inggris mengaku sudah tidak memiliki masa depan lagi di negara itu. Hal itu terungkap dalam survei terbaru yang dipublikasikan oleh The Independent.
Alasan mereka, sentimen anti-Yahudi terus meluas di Inggris Raya.
Kelakuan dan kebiasaan Yahudi ternyata membuat masyarakat Inggris jengah kepada mereka dan ini terlihat dari jajak pendapat YouGov, yang menunjukan 45 persen orang Inggris anti-Semit.
Beberapa orang Inggris setuju dengan gagasan orang Yahudi yang hanya mengejar uang dan tidak mementingkan aspek lain sementara itu satu dari lima orang Inggris yakin orang Yahudi tetap konsisten dengan pembelaan mereka kepada Israel, dan tidak loyal kepada negara Inggris.
Survei Kampanye Melawan Antisemitisme (CAA) juga menyebutkan bahwa 13 orang Inggris yakin orang Yahudi terlalu banyak bicara soal Holocaust yang bertujuan untuk mendapatkan simpati.
Melihat hal yang demikian, polisi Inggris telah meningkatkan pengawasan dan keamanan di lokasi permukiman Yahudi di seluruh Inggris.
Community Security Trust (CST), organisasi yang memonitor masalah kebencian anti-Yahudi, mengatakan telah meningkatkan aktivitas dan bekerja sama dengan polisi untuk menjaga anggota dan situs resmi milik Yahudi di Inggris.
Tahun lalu, CST mencatat terjadi kenaikan serangan anti-Yahudi sebesar 36 persen dalam enam bulan pertama tahun 2013. Hal itu akibat agresi biadab Zionis terhadap Gaza, yang menewaskan lebih dari 1.000 penduduk sipil. [lasdipo/ +ResistNews Blog ]
