Konferensi yang dihadiri Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, tersebut menyatakan perang terhadap teroris (baca: mujahidin) yang tersebar mulai dari Nigeria hingga Kenya.
Seolah lupa akan kekejaman milisi Kristen yang membantai umat Islam di Afrika Tengah, konferensi yang juga dihadiri dictator Mesir, Al-Sisi, berusaha memperkuat tekanan terhadap militant.
“Benua ini menghadapi ancaman keamanan serius dari ‘terorisme’,” kara Sisi dalam pidato pembukaan.
Meski dalam konferensi tersebut juga dibahas mengenai keamanan Afrika secara umum, aroma memberantas militan Islam sangat terasa. Bagaimana tidak, jika yang memengaruhi kebijakan adalah tokoh-tokoh penentang Islam, rasanya tidak mungkin menjadikan pembantaian muslim di Afrika sebagai tindakan yang membahayakan keamanan. (presstv/lasdipo.com/ +ResistNews Blog)