Kabar arisan seks yang dilakukan sejumlah pelajar ini menyeruak di Kabupaten Limapuluh Kota. Ulama dan masyarakat religius ramai-ramai mengecamnya.
”Astaghfirullah al-adzim, saya benar-benar kaget mendengar kabar ini. Generasi muda kita tampaknya mulai kehilangan nilai-nilai keteladanan dan panutan. Ke depan, menjadi tugas kita bersama mencari solusi atas persoalan ini,” kata Haji Desra, intelektual muda Luak Limopuluah, Jumat (2/5) siang.
“Kami minta, pemerintah daerah dan Muspida atau Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD),” keluh Buya Safrizon, Ketua MUI Limapuluh Kota seperti dilansir Padang Ekspres sembari mengutip Surat Al-Anfal Ayat 25.
”Ibarat pepatah, jika buruk rupa, kaca jangan dibelah. Sebaliknya, mari kita belajar dengan kasus itu. Instropeksi diri. Bertaubatlah,” ujar Buya Safrizon.
Terpisah, tokoh muda Sumbar yang juga Sekretaris Gonjong Limo Padang, Nurkhalis, mengaku prihatin dengan kasus ini. “Saya sudah kroscek juga ke Pak Jayusman. Beliau membenarkan jika ada kasus arisan seks. Sangat menyedihkan,” katanya kepada wartawan. Walau demikian, Nurkhalis tidak mau menyalahkan pelajar semata. “Jangan hanya pelajar yang disalahkan,” sambung dia.
[JPNN/shoutussalam.com/ +ResistNews Blog ]