-->

Kekerasan Seksual Di Militer AS Naik, 14 Persen Korban Laki-laki


+ResistNews Blog - Klaim kekerasan seksual di militer AS telah meningkat 50 persen sejak Pentagon mulai kampanye yang gencar untuk mengatasi masalah ini.

Terdapat 5.061 laporan pelecehan seksual pada tahun fiskal 2013 yang berakhir 30 September, dibandingkan dengan 3.374 pada tahun 2012, demikian laporan Press TV.

Data terakhir yang diperoleh oleh The Associated Press menunjukkan bahwa sekitar 14 persen dari laporan yang diajukan tahun lalu melibatkan korban laki-laki.

Mendorong korban laki-laki untuk maju dan mencari bantuan adalah tantangan yang sulit bagi para pejabat Pertahanan. Para korban enggan melaporkan kasus tersebut karena berfikir masalah ini akan membuat mereka terlihat lemah.

"Masih ada persepsi bahwa ini adalah masalah perempuan dan kejahatan perempuan," kata Nate Galbreath, penasihat senior eksekutif kantor pencegahan penyerangan seksual Pentagon.

"Ini menyedihkan bahwa kita memiliki perbedaan antara jenis kelamin tersebut dan bagaimana mereka memilih untuk melaporkan."

Laporan Pentagon ini rencananya akan dirilis Kamis ini.

Menteri Pertahanan Chuck Hagel diharapkan agar mendesak kalangan militer AS bekerja lebih baik menangani masalah ini.

Menurut para pejabat, penyalahgunaan alkohol merupakan faktor dari dua-pertiga kasus kekerasan seksual.

Berdasarkan definisi militer AS, serangan seksual dapat berupa apa saja dari kontak seksual yang tidak diinginkan, seperti meraba atau menggerayangi, sodomi dan pemerkosaan.

Dalam sebuah survei anonim tahun 2012, menunjukkan bahwa sekitar 26.000 anggota militer mengatakan mereka adalah korban dari beberapa jenis kontak atau penyerangan seksual yang tidak diinginkan.

Awal tahun ini, Presiden Barack Obama meminta rakyat Amerika untuk membantu mengakhiri meningkatnya jumlah serangan seksual di kalangan militer.

"Kita harus mengajar orang-orang muda, pria dan wanita, agar menjadi cukup berani untuk mendukung dan membantu mengakhiri kejahatan ini," kata presiden AS itu.

Dalam sebuah investigasi mendalam oleh The Washington Post, mengungkapkan bahwa banyak kasus pelanggaran seksual tidak hanya melibatkan pasukan berpangkat rendah, tetapi juga terdapat peran para perwira bahkan hingga jenderal dan laksamana. [muslimdaily.net/ +ResistNews Blog ]