Nushrah (Dukungan) Beberapa Kabilah Suku di Jazirah Arab Kepada Daulah Islam Iraq dan Syam
Bismillahirrahmanirrahim
Segala pujian bagi Allah, yang menghinakan orang-orang kafir dengan pertolongannya, dan merendahkan kesyirikan dengan kekuatannya, merubah segala urusan dengan ketetapannya dan menghentikan kekafiran dengan makarnya, Dialah yang menggilirkan hari-hari dengan keadilannya.
Sholawat dan salam kepada Nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam, yang meninggikan Islam dengan pedang. Ammaa ba’du.
Kami sampaikan, bahwasanya kami sebagian kabilah yang ada di Jazirah Arab. Kabilah suku Eliza, Syammar, Tahqan, Utaibah dan selainnya yang menginginkan hal serupa dengan pernyataan ini dan belum tertera bersama kami.
Kami katakan bahwa kami tengah menyaksikan dan sedang disaksikan oleh seantero dunia, sesungguhnya peperangan yang menimpa saudara-saudara kami di Daulah Islam Iraq dan Syam, katibah-katibah lainnya, para muhajirin dan keluarganya yang diserang dengan secara dzolim dan jahat.
Kami sampaikan ini khususnya kepada Daulah Islam.
Pertama. Allah berfirman dalam kitabNya, “Katakanlah bahwa kebenaran telah datang, dan kebatilan akan lenyap,sesungguhnya kebatilan akan lenyap selenyapnya.”
Dalam ayat itu jelas diterangkan bahwa kebenaran tidak akan tertancap tinggi melainkan dengan hancurnya kebatilan. Maka ajakan untuk menegakkan kebenaran (al Haq) akan membutuhkan waktu yang lama, selama kebatilan masih terus mengalir dalam tubuh manusia-manusia jahat.
Dan ajakan kebatilan itu sendiri menyelisihi ketetapan Allah, yang telah Dia gariskan bahwasanya agar menyatakan/ menetapkan kebenaran dan menghancurkan kebatilan, walau orang-orang musyrik dan kafir membencinya.
Dan dalam ayat lainnya, bahwasanya Allah menginginkan kita untuk menetapkan kebenaran dengan kalimatnya berupa amaliyyah jihad kalian, serta memotong usaha orang-orang kafir. Keberadaan Dienul Islam ini mendorong banyaknya orang-orang munafik, musyrik dan kafirin berusaha untuk memadamkan cahaya kebenarannya.
Allah memerintahkan atas perkara ini dengan menyebut dalam ayatnya, ‘’Perangilah mereka yang tidak mau beriman kepada Allah dan hari akhir. Mereka tidak mengharamkan apa yang Allah dan RosulNya haramkan, dan tidak beragama dengan agama yang beragama dari kalangan orang-orang yang diberi Kitab. Sampai mereka membayar Jizyah dan mereka dalam keadaan serendah hina-hinanya.
Kehinaan/ kerendahan ialah sifat/ kararakter yang lazim bagi mereka yang membenci Syari’at dan ketetapan Allah. Mereka tidak mau berhukum dengan hukum yang mulia.
Kehinaan bagi siapa saja yang enggan kepada Syari’at,kehinaan bagi shahawat, murtaddin dan yang berada bersama mereka.
Kedua. Kepada saudara-saudara kami di Daulah Islam Iraq dan Syam. Kalian telah banyak ditimpa tikaman (pengkhianatan edt). Banyaknya berita dusta yang tengah diketahui seluruh dunia, janganlah kemudian membuat kalian memalingkan pandangan.
Tipu daya (fitnah-fitnah edt) mereka tidak akan membahayakan kalian dengan izin Allah. Kalian sedang diterlantarkan dari dekat maupun jauh.
Wahai Ahlu Tauhid, inilah negara kalian. Telah nampak jelas dan kuat, jangan kalian tinggalkan karena syubhat yang tengah berjalan atau nafsu syahwat yang berkuasa di tengah kalian.
Ketiga. Kepada kalian Katibah-katibah (brigade-brigade pejuang) yang shodiq (jujur, benar), jika tujuan kalian berjihad ialah menegakkan Daulah Islam, maka Daulah yang kalian inginkan telah ada.
Jika kalian bertujuan untuk melakukan ijtihad (siyasah/ politik jihad) lain, maka itu hak ulama kalian untuk berijtihad.
Jika kalian bertindak dalam jihad ini seraya berubah-ubah niat dan tujuan, maka kalian tidak akan diterima oleh tentara Nabiyullah Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam.
Syaikh Abu Muhammad al Adnaniy (juru bicara resmi Daulah Islam edt) berkata, “Sesungguhnya yang menikam Daulah ada banyak, itu lantaran Daulah memiliki konsep yang jelas dan terang, menghilangkan semua kepentingan-kepentingan duniawi.
Keempat. Kami wasiatkan pesan Syaikh Abu Bakar al Baghdadiy (Amirul Mukminin Daulah Islam edt) khususnya kepada Daulah Islam, agar kalian bisa menahan diri atas berbagai kejadian ini.
Mereka yang menodongkan senjata kepada kalian, dan siapa saja yang memerangi kalian dari berbagai katibah sehingga luka dan darah bercucuran. Maka hadapilah oleh kalian dengan pemberiaan maaf dari kalian.
Jika kalian bersungguh-sungguh untuk menghentikan pertikaian ini dan untuk memfokuskan penyerangan terhadap Rofidhoh, di akhir nanti kalian akan memiliki udzur dan alasan yang akan disampaikan kepada Allah.
Berserah dirilah padaNya, Dialah tempat perhitungan bagi kalian. Yakinlah itu adalah pengajaran berharga dari Alloh untuk kalian.
Terakhir. Ketahuilah wahai Syaikh al Baghdadiy, kami tidak akan menelantarkan kalian. Darah kami dan seluruhnya akan menjaga kehormatan kalian. Mata kami akan tertuju dan pandangan kami terus menatap kalian. Allah senantiasa menjaga dan menolong Kalian.
Kami akhiri seruan ini dengan kalimat “Alhamdulillahirobbil ‘aalamin”. [shoutussalam.com/ +ResistNews Blog ]