Dalam sebuah wawancara pada Kamis (6/3/2014) dengan media Turki, Erdogan mengatakan bahwa pemerintahannya akan mempertimbangkan menutup situs berbagi video seperti YouTube dan jaringan media sosial Facebook, setelah pemilihan lokal yang dijadwalkan akan diadakan pada tanggal 30 Maret mendatang.
Erdogan berada di bawah tekanan sejak pekan lalu ketika rekaman audio yang bocor secara online di mana Erdogan dan anaknya diduga membahas bagaimana menyembunyikan jutaan euro dalam bentuk tunai.
Bulan Februari lalu, Turki memberlakukan hukum informasi elektronik kontroversial yang memungkinkan pemerintah untuk memblokir situs-situs tanpa putusan pengadilan.
Berdasarkan undang-undang, Direktorat Telekomunikasi (TIB) akan dapat memblokir akses ke situs-situs yang dianggap melanggar privasi atau untuk memiliki konten “menghina” tanpa perintah pengadilan. [islampos/pt/ +ResistNews Blog ]