“Analisa saya ledakan ATM di Malang terlihat bukan upaya perampokan tapi lebih kepada bentuk teror,” jelas Harits Abu Ulya dalam pesan singkatnya kepada Islampos.com Kamis Sore.
Menurut analisa pemerhati kontra terorisme ini, ada beberapa pihak yang bisa dicurigai sebagai pelaku peledakan ATM Bank Mandiri di Kabupaten Malang tersebut.
“Bisa jadi pelakunya orang yang tidak puas terhadap kasus tertentu. Atau bisa juga produk intelijen gelap dengan motif sebagai warming uppengamanan pemilu 2014. Atau bisa jadi hanya untuk mengalihkan isu terkait keterpojokan aparat Densus88 dan BNPT atas banyak kasus penindakan terorisme yang dinilai tidak proporsional dan melanggar HAM. Atau yang ketiga, teror bom ATM ini untuk menjaga establisme tentang narasi “terorisme” yang ada di Indonesia. Cuma wilayahnya di geser dari daerah barat ke arah bagian timur.” papar beliau.
Lebih lanjut Abu Ulya memaparkan bahwa ada beberapa indikasi yang menguatkan bahwa ledakan ATM bukanlah upaya perampokan. Karena menurutnya dari TKP terlihat indikasi-indikasi bahwa ledakan ini tidak disengaja untuk mengambil uang atau brangkas. Dan juga tidak dengan target yang bisa menimbulkan korban sipil maupun aparat.
“Maka saya condong menduga ini adalah permainan intelijen gelap dan dari bahan material bom digabung dengan konteks isu belakangan yang berkembang tentang ancaman keamanan maka “teroris” bisa menjadi kambing hitam kembali,” pungkas beliau.[islampos/ +ResistNews Blog ]