+ResistNews Blog - ORGANISASI Pendidikan dan Kebudayaan PBB (UNESCO) dilaporkan telah membekukan hak suara AS dan Israel. Pembekuan hak suara ini dilakukan karena dua negara ‘bersaudara’ ini tidak membayar tunggakan dua tahun kontribusi keuangan anggota, hingga batas akhir yang ditentukan.
Kedua negara diberi waktu hingga hari Jumat (8/11/2013) untuk membayar kontribusi keuangan yang selama ini tak dibayarkan, BBC melaporkan.
Namun hingga lewat masa tenggat, UNESCO tidak menerima pengiriman uang dari AS maupun Israel.
Pemerintah AS telah membekukan kontribusi finansial pada bulan Oktober 2011 setelah UNESCO menetapkan status keanggotaan penuh bagi Palestina.
Para pejabat AS mengatakan berdasarkan undang-undang, AS tidak bisa memberikan sumbangan keuangan kepada organisasi PBB yang mengakui keberadaan negara Palestina.
Menanggapi keputusan UNESCO tersebut, David Killion, duta besar AS untuk UNESCO mengatakan bahwa negaranya telah menganggap UNESCO sebagai mitra penting. [islampos/bbc/ +ResistNews Blog ]
