+ResistNews Blog - PARTAI Buruh Singapura (WP) mendesak para politisi negara itu untuk meninjau kembali larangan jilbab di depan umum dan mendesak adanya dialog tentang kemungkinan diizinkannya jilbab dipakai oleh banyak profesi.
“WP percaya bahwa konsensus dapat dikerjakan dengan cara yang terbaik yang bisa dicapai melalui dialog publik dalam komunitas Muslim di antara masyarakat kita dan dengan pemerintah yang dipilih oleh rakyat,” kata Muhammad Faisal Abdul Manap, Anggota Parlemen untuk Aljunied GRC, kepada kantor berita Bernama pada Kamis kemarin (7/11/2013).
“Dialog juga harus dilakukan dengan pikiran terbuka dan termasuk masukan dari kepala profesi berseragam terkait kelayakan mengenakan jilbab di dalam organisasi mereka.”
Jilbab sendiri telah dilarang dikenakan oleh para perawat di Singapura.
Masalah mengakhiri larangan jilbab sudah pernah diajukan pada sebuah forum pada bulan September, ketika dosen politeknik bertanya mengapa perawat dilarang mengenakan jilbab.
Masalah ini kemudian memicu perdebatan tentang apakah petugas di garis depan harus diizinkan untuk mengenakan jilbab.
“Ini merupakan suatu pertanda baik untuk adanya diskusi yang positif antara masyarakat, pemerintah dan otoritas berseragam tertentu.
Dia mengatakan partai Buruh mencatat banyaknya respon sangat rasional dari komunitas Muslim dalam menyuarakan pandangan dan keprihatinan mereka atas diskusi jilbab sejauh ini.
Anggota WP itu juga mengatakan bahwa mereka mendukung kebebasan praktik beragama bagi warga dari semua agama dan ras.
“Kami menghargai keragaman dalam kesatuan dan meyakini bahwa harus adanya pemahaman serta merangkul keanekaragaman sehingga memungkinkan Singapura menjadi masyarakat yang lebih inklusif dan terpadu,” ujar Muhammad Faisal, yang merupakan anggota Dewan WP dan presiden sayap Pemuda WP.
Sikap baru terhadap jilbab ini muncul selama beberapa tahun terakhir, dengan makin terbiasa wanita Muslim memilih untuk mengenakan jilbab saat bekerja.
Selama beberapa tahun terakhir, Muslimah berjilbab menjadi pemandangan umum di kantor-kantor pemerintah, rumah sakit swasta, sekolah dan bahkan sebagai peserta parade Hari Nasional.
Muslim di Singapura diperkirakan sebanyak 450.000 sampai 500.000, membuat sekitar 14 sampai 15 persen dari total populasi negara tersebut.[islampos/onislam/ +ResistNews Blog ]
