+ResistNews Blog - PEMERINTAH Angola pada Selasa kemarin (26/11/2013) membantah telah melarang agama Islam dan masjid di negara itu, setelah adanya isu yang memicu kemarahan di kalangan umat Islam di seluruh dunia.
“Tidak ada perang di Angola melawan Islam atau agama lain,” kata Manuel Fernando, direktur Institut Nasional untuk Urusan Agama yang merupakan bagian dari kementerian kebudayaan Angola.
“Tidak ada posisi resmi yang menargetkan penghancuran atau penutupan tempat ibadah di Angola,” ujar Fernando kepada AFP.
Laporan bahwa Angola – sebuah negara Katolik tradisional – akan menindak umat Muslim telah menarik kecaman dari Organisasi Kerjasama Islam dan lain-lainnya.
Di Mesir, mufti Shawqi Allam mengatakan langkah Angola tersebut akan menjadi provokasi tidak hanya untuk umat Islam Angola tetapi untuk lebih dari 1,5 miliar Muslim yang ada di seluruh dunia.
Negara Afrika bagian selatan yang kaya minyak ini memiliki populasi sekitar 18 juta orang, ratusan ribu di antaranya adalah Muslim.
Organisasi-organisasi keagamaan yang diperlukan untuk mengajukan akreditasi di Angola, yang saat ini mengakui 83 organisasi, semuanya berasal dari Kristen.
Pada bulan Oktober kementerian kehakiman menolak aplikasi dari 194 organisasi, termasuk salah satu dari komunitas Islam.[islampos/afp/ +ResistNews Blog ]
“Tidak ada perang di Angola melawan Islam atau agama lain,” kata Manuel Fernando, direktur Institut Nasional untuk Urusan Agama yang merupakan bagian dari kementerian kebudayaan Angola.
“Tidak ada posisi resmi yang menargetkan penghancuran atau penutupan tempat ibadah di Angola,” ujar Fernando kepada AFP.
Laporan bahwa Angola – sebuah negara Katolik tradisional – akan menindak umat Muslim telah menarik kecaman dari Organisasi Kerjasama Islam dan lain-lainnya.
Di Mesir, mufti Shawqi Allam mengatakan langkah Angola tersebut akan menjadi provokasi tidak hanya untuk umat Islam Angola tetapi untuk lebih dari 1,5 miliar Muslim yang ada di seluruh dunia.
Negara Afrika bagian selatan yang kaya minyak ini memiliki populasi sekitar 18 juta orang, ratusan ribu di antaranya adalah Muslim.
Organisasi-organisasi keagamaan yang diperlukan untuk mengajukan akreditasi di Angola, yang saat ini mengakui 83 organisasi, semuanya berasal dari Kristen.
Pada bulan Oktober kementerian kehakiman menolak aplikasi dari 194 organisasi, termasuk salah satu dari komunitas Islam.[islampos/afp/ +ResistNews Blog ]
