+ResistNews Blog - Anda tentu masih ingat Geert Wilders, anggota parlemen asal Belanda yang secara terang-terangan menbenci dan memerang Islam. Di mata Muslim, Wilders adalah musuh. Sebab, pria kelahiran 6 September 1963 itu bicara blak-blakan bagaimana ia membenci Islam dan imigran Muslim.
Wilders menjadi semacam anomali dalam politik Negeri Kincir Angin yang adem ayem. Karenanya, menjadi menarik mencoba mengetahui latar belakang pemikiran Wilders yang terlihat sangat membenci Islam.
Wartawan Republika, Stevy Maradona berhasil menghubungi Wilders dan mengajaknya buka-bukaan soal sikapnya terhadap Islam. Lewat sambungan telepon bernomor rahasia (private number), Kamis (21/11) petang, suara Wilders terdengar ringan dan tanpa beban.
"Di Belanda sekarang baru pukul 10.15 pagi," katanya.
Ia berbicara dengan cepat, ucapannya mengalir deras sekaligus tegas. Beberapa kali ia tertawa ketika dikonfrontasi soal Islam dan pribadinya.
Ketika ditanya apakan ia membenci Muslim, Wilders menjawab tegas. "Tidak! Jangan salah. Saya tidak membenci orang-orang yang beragama. Saya tidak membenci Muslim, saya tidak membenci Yahudi, saya tidak membenci Kristen. Saya tidak ada masalah dengan mereka," tuturnya.
Wilders mengaku memiliki banyak kawan dari agama berbeda. "Saya tidak membenci orang-orang Islam. Yang saya tidak suka adalah ideologinya, Islamnya sebagai agama, syariahnya. Islam itu berbahaya untuk kebebasan, kemerdekaan," sebut Wilders.
Kebenciannya kepada Islam, karena menurut Wilders, agama yang dibawa Nabi Muhammad SAW itu ingin menguasai masyarakat di mana ia berada. "Secara ideologi, Islam sangat berbahaya!"
Geert Wilders, menurut sumber Wikipedia adalah anggota Parlemen Belanda sejak tahun 1998. Wilders lahir di Venlo, Belanda, di provinsi Limburg. Ayahnya berasal dari Maasbree, sementara ibunya adalah orang Indo generasi ke-3 yang lahir di Sukabumi, Hindia-Belanda (kini Indonesia).(rol/ +ResistNews Blog )
Wilders menjadi semacam anomali dalam politik Negeri Kincir Angin yang adem ayem. Karenanya, menjadi menarik mencoba mengetahui latar belakang pemikiran Wilders yang terlihat sangat membenci Islam.
Wartawan Republika, Stevy Maradona berhasil menghubungi Wilders dan mengajaknya buka-bukaan soal sikapnya terhadap Islam. Lewat sambungan telepon bernomor rahasia (private number), Kamis (21/11) petang, suara Wilders terdengar ringan dan tanpa beban.
"Di Belanda sekarang baru pukul 10.15 pagi," katanya.
Ia berbicara dengan cepat, ucapannya mengalir deras sekaligus tegas. Beberapa kali ia tertawa ketika dikonfrontasi soal Islam dan pribadinya.
Ketika ditanya apakan ia membenci Muslim, Wilders menjawab tegas. "Tidak! Jangan salah. Saya tidak membenci orang-orang yang beragama. Saya tidak membenci Muslim, saya tidak membenci Yahudi, saya tidak membenci Kristen. Saya tidak ada masalah dengan mereka," tuturnya.
Wilders mengaku memiliki banyak kawan dari agama berbeda. "Saya tidak membenci orang-orang Islam. Yang saya tidak suka adalah ideologinya, Islamnya sebagai agama, syariahnya. Islam itu berbahaya untuk kebebasan, kemerdekaan," sebut Wilders.
Kebenciannya kepada Islam, karena menurut Wilders, agama yang dibawa Nabi Muhammad SAW itu ingin menguasai masyarakat di mana ia berada. "Secara ideologi, Islam sangat berbahaya!"
Geert Wilders, menurut sumber Wikipedia adalah anggota Parlemen Belanda sejak tahun 1998. Wilders lahir di Venlo, Belanda, di provinsi Limburg. Ayahnya berasal dari Maasbree, sementara ibunya adalah orang Indo generasi ke-3 yang lahir di Sukabumi, Hindia-Belanda (kini Indonesia).(rol/ +ResistNews Blog )
