+ResistNews Blog - MANTAN Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri pada hari Jumat kemarin (2/8/2013) mengatakan bahwa gerakan Syiah Hizbullah telah kehilangan klaimnya untuk memanggul senjata melawan Israel sejak mereka bergabung dalam perang di Suriah.
“Idenya bahwa Lebanon membutuhkan senjata kelompok perlawanan (Hizbullah) dalam rangka menghadapi ancaman Israel namun ide itu telah berakhir,” ujar Hariri, putra mantan perdana menteri miliarder yang dibunuh Rafiq Hariri.
“Senjata Hizbullah telah bergeser dari pertempuran melawan musuh Israel menjadi memerangi orang-orang Suriah,” kata Hariri dalam pidato televisi dari Jeddah, Arab Saudi, di mana dia sekarang tinggal.
Hariri menuduh bahwa senjata milik gerakan Syiah Hizbullah saat ini sedang digunakan untuk menanamkan rasa takut dalam kehidupan politik di Lebanon.
Pernyataan Hariri datang sehari setelah Presiden Libanon Michel Sleiman mengatakan untuk pertama kalinya bahwa persenjataan Syiah Hizbullah harus digunakan demi kepentingan negara Lebanon.
Secara luas dianggap lebih kuat daripada tentara Lebanon, senjata Hizbullah tidak pernah dilucuti pada akhir perang saudara 1975-1990 dengan alasan bahwa senjata itu perlu untuk melindungi negara terhadap serangan Israel.
Dalam beberapa bulan terakhir Syiah Hizbullah, yang sayap militer nya masuk dalam daftar teoris oleh Uni Eropa pada bulan Juli lalu, telah berjuang di Suriah bersama pasukan Presiden Bashar al-Assad untuk membantu menghancurkan perlawanan anti-rezim.[fq/islampos/afp/ +ResistNews Blog ]
