blog.resistnews.web.id - PERDANA Menteri Inggris, David Cameron, dikabarkan telah menyatakan
keprihatinan terhadap nasib Muslim Rohingya, selama pembicaraan dengan
Presiden Myanmar, Thein Sein.
Mengutip dari laporan BBC pada hari Senin (15/7), Cameron berharap Inggris dan Myanmar bisa meningkatkan kerja sama dalam perdagangan, investasi dan militer. Namun Inggris juga menginginkan Myanmar bertindak lebih banyak dalam meningkatkan perlindungan HAM.
Pemerintah Myanmar tidak mengakui Muslim Rohingnya sebagai warga negara.
Bentrokan Buddha-Muslim di negara bagian Rakhine tahun lalu menyebabkan lebih dari 200 orang meninggal, sebagian besar adalah Muslim Rohingya.
Kunjungan presiden Then Sein ke London dan Paris kali ini dianggap sebagai upaya untuk mendapatkan dukungan internasional dalam penerapan reformasi yang telah ia terapkan.
“Di tengah berlanjutnya proses reformasi, kami juga ingin melihat tindakan lebih lanjut terkait peningkatan hak asasi dan dalam menangani konflik regional,” ungkap Cameron, yang menjadi perdana menteri Inggris pertama yang mengunjungi Myanmar.
“Kami khususnya prihatin tentang apa yang terjadi di Provinsi Rakhine dan Muslim Rohingnya,” kata Cameron. [sm/islampos/bbc/blog.resistnews.web.id]
Mengutip dari laporan BBC pada hari Senin (15/7), Cameron berharap Inggris dan Myanmar bisa meningkatkan kerja sama dalam perdagangan, investasi dan militer. Namun Inggris juga menginginkan Myanmar bertindak lebih banyak dalam meningkatkan perlindungan HAM.
Pemerintah Myanmar tidak mengakui Muslim Rohingnya sebagai warga negara.
Bentrokan Buddha-Muslim di negara bagian Rakhine tahun lalu menyebabkan lebih dari 200 orang meninggal, sebagian besar adalah Muslim Rohingya.
Kunjungan presiden Then Sein ke London dan Paris kali ini dianggap sebagai upaya untuk mendapatkan dukungan internasional dalam penerapan reformasi yang telah ia terapkan.
“Di tengah berlanjutnya proses reformasi, kami juga ingin melihat tindakan lebih lanjut terkait peningkatan hak asasi dan dalam menangani konflik regional,” ungkap Cameron, yang menjadi perdana menteri Inggris pertama yang mengunjungi Myanmar.
“Kami khususnya prihatin tentang apa yang terjadi di Provinsi Rakhine dan Muslim Rohingnya,” kata Cameron. [sm/islampos/bbc/blog.resistnews.web.id]

