Rabu siang tadi (5/8/2012) di Taman Ismail Marzuki, diadakan peluncuran buku “Hari Terakhir Kartosoewirjo” yang ditulis oleh seorang sejarawan sekaligus budayawan Fadli Zon.
‘Hari Terakhir Kartosoewirjo’ karya Fadli Zon ini mengungkapkan begitu banyak sisi lain dari seorang Kartoswoewirjo. Buku sejarah ini merupakan edisi buku istimewa mengenai sejarah orang nomor satu di Negara Islam Indonesia (NII). Dalam buku ini terdapat 81 buah foto-foto menjelang dan saat eksekusi mati oleh regu tembak TNI terhadap Kartosoewirjo.
Resensi Buku Hari terakhir Kartosoewirjo
Kita ketahui dari buku-buku sejarah, bahwa SM Kartosoewirjo memproklamirkan sebuah Negara islam Indonesia pada tanggal 7 Agustus 1949 dan gerakan yang melawan NKRI ini akhirnya dilumpuhkan TNI pada tanggal 4 Juni 1962, dan buln September 1962 kemudian dieksekusi mati oleh regu tembak di Pulau Ubi kepulauan Seribu Jakarta.
Dalam buku istimewa mengenai detik-detik terakhir Sang Pemimpin tertinggi DI / TII ini, terpampang foto-foto menjelang dan detik-detik eksekusi Mati, mulai dari foto kKartosoewirjo Shalat taubah sebelum di eksekusi, Berjumpa dengan keluarganya kali terakhir, serta foto-foto prosesi eksekusi mati SM Kartosoewirjo di Pulau Ubi kepulauan Seribu.
Buku ini mengungkapkan fakta yang tersembunyi selama kurang lebih 50 tahun. Dimana Selama ini Kartosoewirjo dipercaya masyarakat dieksekusi dan dikubur di Pulau Onrust, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Bahkan ada makam yang disebut sebagai makam sang imam di sana. Ternyata salah besar. Bahkan sempat juga beredar cerita bahwa sang imam tidak tembus peluru, atau menghilang.
Lewat buku ini, semua diungkap secara faktual. Buku ini ditulis dengan tujuan utama mengangkat sebuah fakta sejarah mengenai salah satu episode terpenting dalam perjalanan hidup Kartosoewirjo. Fakta-fakta ini jarang sekali, untuk mengatakan tak pernah sama sekali, terungkap oleh sejarawan Indonesia maupun peneliti asing baik dalam catatan mereka atau dalam publikasi ilmiah kesejarahan Indonesia. Inilah detik-detik akhir kehidupan Kartosoewirjo yang dieksekusi mati pada 12 September 1962. Peristiwa itu terjadi persis 50 tahun lalu.
Fakta yang disajikan dalam buku ini belum pernah diangkat di media manapun. Publikasi yang ada mengenai Kartosoewirjo, banyak yang sudah secara detail memaparkan perjalanan hidupnya, pemikiran politiknya, sepak terjangnya dalam kancah gerakan, perannya dalam gerakan DI/TII, hingga cerita mengenai tertangkap sampai wafatnya Kartosoewirjo. (islampos.com)

