Resistnews Mantan Presiden Mongolia dipenjara empat tahun setelah dianggap bersalah
atas tuduhan korupsi yang diarahkan kepadanya. Tetapi menurutnya, vonis
tersebut dijatuhkan atas dasar motif politik.
Nambar Enkhbayar yang sempat menjabat sebagai perdana menteri dan kemudian Presiden Mongolia, ditangkap pada April lalu dalam sebuah penggerebekan yang ditayangkan langsung melalui televisi. Penangkapannya itu dilakukan setelah dirinya gagal untuk menjadi presiden di 2009 silam.
Pengadilan Mongol menyatakan, politisi berusia 54 tahun itu bersalah karena menyalahgunakan hadiah yang sebenarnya ditujukan untuk biara. Beberapa kasus korupsi juga dituduhkan kepada Enkhbayar. Pihak pengadilan pada awalnya memvonisnya selama tujuh tahun, tetapi keputusan itu dirubah menjadi empat bulan.
Enkhbayar menilai tuduhan itu tidak beralasan. "Saya sudah mengabdi sebagai presiden, perdana menteri dan ketua parlemen. Tuduhan korupsi itu tidak berdasar sama sekali," ujar Enkhbayar, seperti dikutip AFP, Jumat (3/8/2012).
Kasus korupsi di Mongolia dilaporkan cukup banyak terjadi. Mongolia berada di peringkat 120 dari 180 negara yang dianggap paling korup. Statusnya setara dengan Bangladesh, Iran dan Kazakhstan
Nambar Enkhbayar yang sempat menjabat sebagai perdana menteri dan kemudian Presiden Mongolia, ditangkap pada April lalu dalam sebuah penggerebekan yang ditayangkan langsung melalui televisi. Penangkapannya itu dilakukan setelah dirinya gagal untuk menjadi presiden di 2009 silam.
Pengadilan Mongol menyatakan, politisi berusia 54 tahun itu bersalah karena menyalahgunakan hadiah yang sebenarnya ditujukan untuk biara. Beberapa kasus korupsi juga dituduhkan kepada Enkhbayar. Pihak pengadilan pada awalnya memvonisnya selama tujuh tahun, tetapi keputusan itu dirubah menjadi empat bulan.
Enkhbayar menilai tuduhan itu tidak beralasan. "Saya sudah mengabdi sebagai presiden, perdana menteri dan ketua parlemen. Tuduhan korupsi itu tidak berdasar sama sekali," ujar Enkhbayar, seperti dikutip AFP, Jumat (3/8/2012).
Kasus korupsi di Mongolia dilaporkan cukup banyak terjadi. Mongolia berada di peringkat 120 dari 180 negara yang dianggap paling korup. Statusnya setara dengan Bangladesh, Iran dan Kazakhstan
