ResistNews – Iran memang lagi kesandung masalah. Sebagaimana ulasan analisa dari
artikel penulis Saudi yang mengungkapkan bahwa Iran inging menguasai
Saudi dari Yaman dan lagi berita lokal Yaman mengekspos penangkapan para
anggota intelijen Iran yang beroperasi di Yaman selama 7 tahun, kini
berujung pada nego utusan Iran yang datang ke Yaman untuk urusan
mata-mata mereka.
Sumber-sumber politik menegaskan bahwa
upaya utusan Iran telah untuk menghentikan investigasi terhadap sel
intelijen Iran telah menuai kegagalan.
Sumber-sumber tersebut menjelaskan bahwa
pejabat-pejabat tinggi Yaman menyampaikan kepada utusan Iran (setelah
meninggalkan San’a kemarin Senin 30 Juli 2012) setelah presiden Abdu
Rabbih Manshur Hadi menolak kedatangannya, bahwasanya dalam hal ini
kedua belah pihak tidak ada tawar menawar dan dialog. Kecuali setelah
selesai penyelidikan dan rincian data telah didapatkan.
Sumber keamanan mengungkapkan kepada
harian politik Kuwait bahwa pimpinan sel mata-mata Iran, yang ditangkap
otoritas keamanan Yaman, membawa kewarganegaraan Irak, rekan Garda
Revolusi Iran dan bekerja sebagai insinyur di salah satu perusahaan
minyak asing di Yaman, Abu Nizar.
Sumber tersebut mengatakan bahwa
pemimpin sel tersebut beroperasi beberapa tahun lalu merekrut sejumlah
pemuda Yaman dan mengirimkan mereka ke Iran untuk ditraining dengan
kedok studi melalui misi yang didanai oleh lembaga-lembaga dan pusat
kajian untuk syi’ah, kemudian memulangkan mereka kembali ke Yaman.
Ini yang mungkin membuat Iran ngotot
untuk menghentikan penyelidikan terhadap Intelijennya. Mereka memiliki
misi untuk mencapai ke jantung semenanjung Arab melalui Yaman.
Wallahul Musta'an(usamah/mareb/voa-islam)
