-->

Sudan ancam serang Sudan Selatan

bashir
ResistNews - Omar al-Bashir menyampaikan deklarasi perang terhadap Sudan Selatan di hadapan pendukungnya.

Presiden Sudan, Omar al-Bashir mengatakan tujuannya saat ini adalah ingin membebaskan warga di Sudan Selatan dari pemerintah mereka setelah timbul ketegangan di wilayah perbatasan antara Sudan dengan Sudan Selatan.

Ketegangan antara Sudan dengan Sudan Selatan terus memanas belakangan ini terkait sejumlah persoalan seperti perbatasan dan penguasaan jalur minyak diantara kedua negara.

Sudan Selatan sendiri merupakan negara yang baru merdeka dan lepas dari kekuasaan Sudan sejak bulan Juli tahun lalu.

Pemerintah yang berkuasa di wilayah itu sebagaian besar merupakan mantan pemberontak yang tergabung dalam Gerakan Pembebasan Rakyat Sudan (SPLM).

Presiden Sudan al-Bashir sangat membenci kelompok SPLM dan menyebutnya sebagai serangga yang harus dimusnahkan.

Pertikaian kedua negara ini dilaporkan telah meluas ke sejumlah wilayah dan banyak yang khawatir perang besar akan terjadi di kawasan itu jika pertikaian tidak bisa diselesaikan.

Pertempuran pertama terjadi delapan hari lalu saat Sudan Selatan merebut ladang minyak Heglig yang sebelum kemerdekaan negara itu berada dalam wilayah Sudan.

Hari Selasa pertempuran kembali pecah di wilayah Aweil, Sudan Selatan, sekitar 160km sebelah barat Heglig.

Sejumlah laporan menyebutkan Sudan Selatan tidak pernah mengklaim Heglig sebagai wilyahnya saat perundingan kemerdekaan setahun lalu sehingga Sudan merasa wilyaha Heglig adalah masih merupakan milik mereka

Akibat pertempuran itu Tentara Sudan Selatan mengatakan 22 tentaranya tewas .

Kecaman al-Bashir

Di Sudan, Presiden Omar al-Bashir terus menyampaikan kecamannya tehadap langkah agresif Sudan Selatan dalam menjaga wilayah yang mereka klaim.

Dia menuding SPLM sebagai biang pertikaian di kawasan perbatasan kedua negara.

"Kita mengatakan bahwa ini sudah seperti penyakit, penyakit bagi kita dan warga Sudan Selatan. Tujuan utama kita saat ini adalah membebaskan mereka dari serangga-serangga itu dan menghancurkan mereka semua, semoga Tuhan mengijinkan niat kita," kata al-Bashir yang menyebut SPLM sebagai sekelompok serangga.

Wartawan BBC di Khartoum, James Copnall mengatakan komentar dalam pidato al-Bashir terdengar seperti deklarasi perang terhadap Sudan Selatan.

Militer Sudan juga dilaporkan sudah bersiap untuk melakukan serangan balasan pada hari Jumat (20/04) besok.

Sementara itu kubu Sudan Selatan meminta agar persoalan ini segera diselesaikan denggan menggelar sebuah perundingan.

"Kami hanya bisa memecahkan masalah ini lewat pembicaraan melalui Uni Afrika," kata Menteri Informasi Sudan Selatan, Barnaba Marial Benjamin kepada Agence France-Presse.

Pada Selasa lalu utusan khusus internasional untuk Sudan mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa kedua belah pihak saat ini pemikirannya sudah "terpaku pada logika perang."

Pertikaian sepekan terakhir merupakan yang terburuk sejak Sudan Selatan merdeka tahun lalu.

(bbc/bbc)