-->

Sarkozy Umbar Kebohongan Di Kampanye Pilpres Prancis

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRfmPqRSFprs1CEPlBmB1sriesmdwwg7MzcRIiurqM1qp-iIwy8ljplpXmpfjadaf3Bor7bJjANaUu9tAstHEAXwe_3edSLqaRwRb-dNvz_WNrz0_oHpRGAtSnSR4Du6QK6-63og0Bsiqf/s640/Nicolas%20Sarkozy.jpg
ResistNews - Presiden Prancis Nicolas Sarkozy mengumbar kebohongan dalam kampanye pilpres Prancis 22 April mendatang. Sarkozy mengatakan, dia mengunjungi pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima setelah Jepang dihantam gempa dan tsunami 11 maret tahun lalu. Namun, itu bohong belaka.
Pernyataan itu diucapkan Sarkozy di hadapan 5.000 pen­dukungnya di Normady, Prancis. Kini, Sarkozy dicap telah mela­kukan pembohongan publik dan mempermalukan dirinya sendiri di muka umum.
“Tidak seperti Francois Hol­lan­de, saya melihat sendiri keru­sa­kan yang diakibatkan oleh ge­lombang setinggi 42 meter itu,” ujarnya. Francois Hollande ada­lah saingan Sarkozy dalam pil­pres mendatang.
Sayang, fakta berkata lain. Setelah melakukan pemeriksaan, bukti menunjukkan bahwa Sar­kozy tidak pernah mengunjungi Jepang seperti apa yang dia akui. Langsung saja, rival politiknya me­nanggapi sinis kebo­ho­ngan­nya tersebut.
“Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Prancis ada pe­mim­pin yang berbohong menge­nai kunjungannya ke suatu ne­gara,” sindir Hollande.
Masih tidak jelas maksud Sar­kozy membuat pernyataan bo­hong tersebut. Beberapa menga­ta­kan bahwa Sarkozy sengaja membuat dirinya menjadi bahan kecaman rival politik guna men­dapatkan simpati pemilih.
Insiden memalukan ini bukan yang pertama. Sarkozy pernah mengklaim berada di Berlin pada saat dirobohkannya Tembok Ber­lin yang menandai berakhirnya Perang Dingin. “Malam semakin larut di tengah antusiasme. Reuni rakyat Jerman yang menandai berakhirnya Perang Dingin dan menjadi awal kebebasan besar di Eropa,” tulis Sarkozy di face­book­nya.
Namun sebuah catatan bela­kangan mengungkapkan, pada saat itu Sarkozy yang menjabat sebagai Walikota Neuilly justru tengah menghadiri peringatan kematian Jenderal de Gaulle di Prancis.
Entah terpengaruh pernyataan Sarkozy atau tidak, namun hasil jajak pendapat mengindikasikan Hollande akan mengungguli Sarkozy.
Hal lain yang memojokkan Sar­kozy adalah dia diduga men­da­patkan dana kampanye dengan cara ilegal. Beberapa bulan men­jelang Pemilu Presiden 2007 lalu, Sar­kozy dikabarkan melakukan per­temuan rahasia dengan se­orang mi­liuner pemilik per­usa­haan kosme­tik L’Oreal, Andre Bettencourt.
Sebuah catatan harian yang dibuat janda Andre Bettencourt, Liliane Bettencourt, menye­but­kan bahwa Sarkozy mengunjungi rumah pasangan itu di Neuilly-sur-Seine, kawasan elite yang ter­letak di pinggiran Paris pada 24 Februari 2007.
Selain itu bukti lain berupa ke­saksian bekas supir Bettencourt juga menyebutkan, Sarkozy me­rencanakan pertemuan dengan bekas majikannya itu untuk me­minta sejumlah uang. Tidak hanya itu bahkan salah seorang sahabat keluarga Bettencourt, Francois-Marie Banier, mengutip pengakuan Andre Bettencourt yang membenarkan kabar ini.
Pernyataan Banier ini dinilai mengarah pada barang bukti be­rupa dokumen yang me­nun­juk­kan Sarkozy menerima sekitar Rp 9,7 miliar dari Bettencourt. Sete­ngah dari uang itu dikabarkan di­se­rah­kan kepada Sarkozy dalam ben­tuk tunai setelah ditarik dari se­buah rekening bank di Swiss.  [rmol]