Ramai-ramai Menolak Syariah

ResistNews - Aneh tapi nyata. Itulah Indonesia. Masyarakatnya mayoritas Islam,
tetapi politisi dan tokohnya ramai-ramai menolak syariat Islam
diberlakukan secara formal. Seorang calon gubernur DKI Jakarta dari
sebuah Partai Islam, baru-baru ini diberitakan secara luas juga tegas
menolak adanya Perda Syariah.
Bahkan dengan bangganya calon tersebut menunjukkan sejumlah kepala daerah yang separtai dengannya yang juga tidak menerapkan syariat di daerah masing-masing.
Penolakan serupa datang dari mantan Ketua Umum PBNU, KH Hasyim Muzadi.
Menanggapi statemen seorang peserta diskusi publik di Auditorium Gedung
PP Muhammadiyah, Jumat (20/4/2012) lalu, Hasyim menyatakan dengan jelas
negara ini tidak perlu menerapkan syariah secara formal.
“Sebenarnya begini, tidak perlu negara bersyariah. Isinya (substansi,
red) saja masukkan pasal-pasal syariah. Jika negara dilandaskan syariah,
agama yang Non-Muslim pasti keberatan dong. Jadi subtansinya saja yang
bersyariah, nanti kalau ada Perda Syariah nanti di NTT ada perda injil,
sudah pasti itu”, kata Kiyai Hasyim Muzadi.
Kiprah partai Islam
yang tidak mengajak umat pada kebangkitan juga dikritik oleh Ketua
Panwslu DKI Jakarta, Ramdhansayah. “Partai Islam pun tidak mengajak pada
kebangkitan, tidak menjalankan hak bagi umat, dan tidak bisa mewujudkan
Islam lebih elegan dan lembut di mata publik”, katanya pada diskusi
publik “Gerakan Radikalisme Agama di Indonesia”, yang diadakan oleh
MAKI, di Gedung Joeang 45, Senin (23/4/2012). (SI Online)