ResistNews — Penelitian terbaru mengungkap bahwa pil anti-AIDS laris dikonsumsi oleh para gay. Benarkah?
Seperti dikutip dari ST, pria gay yang memiliki rekan seks
lima orang atau lebih dalam setahun berisiko tinggi terkena penyakit
AIDS, yang tentunya dapat menguntungkan para produsen pembuat pil
anti-AIDS, ungkap seorang analis di Amerika Serikat (AS).
Studi yang dilakukan para ahli di Stanford University dan dipublikasikan di Annal of Internal Medicine, melihat pada biaya pengeluaran konsumsi pil anti-AIDS oleh para gay.
Pil bernama Truvada (tenofovir-emtricitabine) yang dipamerkan format ujicobanya di New England Journal of Medicine tersebut, dibuat untuk mencegah infeksi HIV, sebagaimana 73% kaum gay menggunakannya secara reguler.
Di AS, lebih dari separuh 56.000 kasus HIV datang dari para gay, ungkap penelitian dari Centres for Disease Control and Prevention. (nob)
Studi yang dilakukan para ahli di Stanford University dan dipublikasikan di Annal of Internal Medicine, melihat pada biaya pengeluaran konsumsi pil anti-AIDS oleh para gay.
Pil bernama Truvada (tenofovir-emtricitabine) yang dipamerkan format ujicobanya di New England Journal of Medicine tersebut, dibuat untuk mencegah infeksi HIV, sebagaimana 73% kaum gay menggunakannya secara reguler.
Di AS, lebih dari separuh 56.000 kasus HIV datang dari para gay, ungkap penelitian dari Centres for Disease Control and Prevention. (nob)
