“dalam
rancangan undang-undang ini, tiap pasal dilihat isinya sangat menarik
padahal apa yang ditutupi dan dibalik ini semua sangat merusak,” urainya
RUU
KKG menjadi alat menyampaikan gagasan liberalisme memaksakan dan
menyerang umat islam dengan menggunakan uang umat islam. RUU ini
multitafsir akhirnya, menurutnya, dirinya melihat bukan lagi memperjuangkan diskriminasi wanita.
”Gender
ingin memisahkan antara prilaku dan perbedaan peran dan tanggung jawab
bukan membela perempuan, malah gender membela banci,” tandasnya
Bahwa
ada upaya mempersulit permasalahan dengan mempersulit
istilah-istilah,”kata transeksual-lah kok kita diputar balikkan, sebut
aja bencong,” tuturnya.
Liberal
mengadu domba antar umat Islam, “dan saya semakin yakin RUU ini bukan
untuk membela wanita, malah RUU ini mubasir dan agenda tersembunyinya
sangat jahat,” tegasnya.
Selain
Mahendradatta hadir pula sebagai pembicara Henri Shalahuddin (anggota
MIUMI dan Peneliti INSIST), dan Rokhmat S Labib (Ketua DPP HTI).[] fatih
