-->

Google Danai Program Deradikalisasi Global

ResistNews - Dari Jihadis Islam hingga neo-Nazi. Diklaim lebih dari seribu mantan "militan Islam" tergabung dalam sebuah jaringan online yang didukung Google untuk menghadang terorisme. Jaringan ini menggunakan nama Against Violent Extrimism (AVE) atau gerakan Melawan Kekerasan Ekstrimisme, seperti dilansir media Rusia RT.COM.

Menurut statemen grup ini disebutkan, "para mantan ekstrimis dan korban kekerasan ekstrimisme diberdayakan untuk bekerja sama menghadang ekstrimisme dan mencegah perekrutan para pemuda".

Idenya sederhana, baik para korban dan pelaku serangan ekstrimisme bisa menghentikan orang lain dari menyebarkan ide-ide kekerasan. Jaringan ini mengatakan "menggunakan teknologi untuk saling berhubungan, saling bertukar informasi, dan menghadang pengaruh segala bentuk ekstrimisme kekerasan, baik kekerasan oleh kelompok kiri (sosialis), kanan ekstrim, jaringan Al Qaidah dan geng.

Organisasi AVE ini berharap dapat menggunakan website dan jejaring Youtube, sehingga para anggotanya bisa terus berhubungan, berbagi ide, berkolaborasi mencari mitra dan menyebarkan pesan mereka ke khalayak luas.

Langkah Google dalam menghadapi apa yang mereka sebut sebagai "ekstrimisme" ini mirip dengan program "Deradikalisasi" Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Indonesia. Namun bedanya Google menganggap baik Ekstrimisme Islam, Ekstrimisme Kiri (Sosialis atau neo-NAZI), Geng dan Kanan Ekstrim sebagai musuh, sementara BNPT di Indonesia hanya menganggap "Islam Radikal" sebagai musuh utama yang harus di deradikalisasikan.

Ide untuk membentuk jaringan ini pertama kali dihasilkan pada saat acara KTT Melawan Kekerasan Ekstrimisme 2011 yang diselenggarakan oleh Google Ideas. Google memutuskan untuk membiayai program AVE ini selama sedikitnya dua tahun. [muslimdaily.net]