-->

Duh, Kehidupan Petani di Jawa Semakin Memburuk

ResistNews - Jumlah petani kecil di Jawa yang menguasai lahan kurang dari 0,5 hektare (ha) semakin meningkat. Akibatnya kehidupan rumah tangga petani terus memburuk karena hasil panen tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi.
"Kehidupan petani semakin memburuk karena semakin banyak rumah-tangga petani yang menguasai lahan sempit," tegas Guru Besar Bidang Ilmu Ekonomi Rumah Tangga, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Djoko Koestiono, Senin (23/4).
Pembantu Dekan Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Fakultas Pertanian tersebut menjelaskan, sensus pertanian 2003 menyebutkan rumah tangga pertanian naik dari 20,8% pada 1993 menjadi 25,6 juta pada 2003 dengan rata-rata pertumbuhan sekitar 2,1% per tahun.
Hal itu merupakan salah satu implikasi tidak suksesnya transformasi tenaga kerja dari sektor pertanian ke sektor nonpertanian. Padahal sektor pertanian menyerap tenaga kerja tertinggi mencapai 40% meski kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) hanya sekitar 13% dibandingkan sektor industri yang menyumbang sekitar 25% sampai dengan 30%.
Penyebaran rumah tangga pertanian antarprovinsi juga tidak merata. Terbesar di Jawa Timur mencapai 4,1 juta atau sebesar 19,33% dari total rumah tangga pertanian di Indonesia.
Fakta juga menunjukkan persentase rumah tangga petani kecil terhadap rumah tangga pertanian pengguna lahan terjadi peningkatan menjadi 56,5% dibandingkan sensus 1993 yang hanya sebesar 52,7%.
"Dengan demikian petani kecil yang semula hanya 10,8 juta rumah tangga pada 1993 meningkat tajam menjadi 13,66 pada 2003," jelasnya.
Ia mengungkapkan sensus pertanian di Indonesia dilakukan sepuluh tahun sekali. Sehingga jumlah petani kecil pada kurun waktu berikutnya baru bisa dilihat kembali pada 2013 untuk melihat apakah mengalami peningkatan, tetap, atau justru turun.(yus/MI)