ResistNews - Sebuah kontroversi baru tentang penyembelihan secara halal menggema provinsi terbesar di Kanada, Quebec setelah dua partai politik besar mengecam penyembelihan secara Islam tersebut.
"Benar-benar ada disinformasi mengenai apa yang terjadi," Mohamed Ghalen, yang bertugas melakukan penyembelihan halal di rumah jagal di St-Damase, dekat Montreal, kepada The Globe and Mail Kamis, 15 Maret.
"Kami tidak meminta metode untuk menyembelih binatang diubah. Metode yang sama digunakan seperti yang disarankan oleh Badan Inspeksi Makanan Kanada. Perbedaannya hanya bahwa saya melakukan doa sebelum penyembelihan dimulai."
Kontroversi berawal saat Partai Quebecois mengatakan penyembelihan yang dilakukan oleh orang-orang Islam dan Yahudi mengakibatkan penderitaan pada hewan dan menghasilkan daging yang tidak sehat.
'Jika saya memiliki pilihan untuk melawan, saya tidak akan membelinya," ujar anggota parlemen daerah dari Partai Quebecois, Andre Simard.
Dia menyatakan bahwa daging halal tidak sehat karena binatang mengalami pendarahan setelah disembelih.
'Ritual penyembelihan juga berhubungan dengan resiko dalam hal kebersihan.'
Klaim tersebut juga didukung oleh anggota Dewan lokal yang lain, Francois Legault's, yang meminta pengecekan label daging halal.
Namun umat Islam menolak klaim tersebut dan mengatakan hal itu terjadi karena salah informasi.
'Seluruh kontroversi ini berdasarkan asumsi yang salah dan ketidakpedulian,' ungkap Ghalen.
Konsep makanan halal, secara turun temurun telah diaplikasikan oleh umat Islam dalam mengolah makanan. Muslim boleh memakan daging hewan ternak yang disembelih menggunakan pisau yang tajam yang dipotong melalui leher dan dengan menyebut nama Allah.
Stigmatisasi
Muslim memperingatkan bahwa kontroversi itu bisa memberikan stigma kepada umat Islam yang merupakan minoritas yang cukup besar di Quebec.
"Jika orang mencoba untuk mendapatkan uang dari ini (daging halal), itu tidak benar," kata Ali Dei, yang bekerja di toko daging Almizan di Montreal, pesimis.
Menteri pangan dan pertanian Quebec, Pierre Corbeil, juga menolak tuduhan bahwa daging halal itu tidak aman.
Penyembelihan hewan secara halal telah menjadi subyek kontroversi di beberapa negara Eropa, di mana aktivis pro-hewan mengatakan hal itu menyebabkan rasa sakit yang tidak perlu pada hewan. Meskipun hal itu telah dibantah berbagai ahli. (http://muslimdaily.net/artikel/santai/profesor-jan-bernards-sembelih-hewan-tidak-perlu-dibius.html)
Penyembelihan secara halal baru-baru ini menjadi tema utama dalam kampanye pemilu di Perancis. Hal itu karena para politisi ingin memanfaatkan isu ini untuk meraih suara dalam pemilu.
[muslimdaily.net/onislam]
