-->

Bentrok dengan Gerilyawan Muslim, 12 Tentara Filipina Tewas

Bentrok dengan Gerilyawan Muslim 12 Tentara Filipina Tewas
AP/Al Jacinto/wt
ResistNews -  Sebanyak 12 tentara Filipina tewas, 11 luka-luka, dan 10 lainnya hilang dalam bentrokan dengan kelompok gerilyawan Muslim terbesar negara itu, Selasa (18/10) waktu setempat.

"Pertempuran meletus pada waktu fajar antara unit pasukan khusus militer dan unit Frot Pembebasan Islam Moro (MILF) di pulau Basilan di Filipina selatan," kata juru bicara militer regional, Letnan Kolonel Randolph Cabangbang.

"Kami menderita korban dan sekarang ini hitungan kami adalah 12 tewas dalam tugas, 11 terluka dalam tugas dan 10 hilang dalam tugas," kata pejabat militer itu pada wartawan di pelabuhan Zamboanga dekat tempat kejadian.

Ia mengatakan orang-orang bersenjata itu dipimpin oleh Dan Laksaw Asnawi, seorang pemimpin MILF yang melarikan diri dari sebuah penjara di Basilan pada Desember 2009.

Ia pernah diadili karena pemenggalan 14 tentara marinir Filipina dalam serangan 2007 di daerah yang sama, dan sejak itu dikaitkan dengan kegiatan penculikan, kata Cabangbang.

"Tentara kami beroperasi berdasar pada informasi mengenai kehadiran sebuah kelompok bersenjata, mungkin telah menculik korban," katanya tanpa menyabut yang diduga sandera.

Ia mengatakan militer telah berhubungan dengan wakil MILF di tengah kekhawatiran bahwa gerilyawan itu telah menyandera tentara-tentara yang hilang.

Von al-Haq, juru bicara MILF, sebelumnya mengakui pasukannya terlibat dalam pertempuran, yang kedua pihak katakan terjadi dekat kota Al-Barka.

"Ya, mereka (militer) telah menyerang pasukan kami. Sejauh ini, tidak ada korban pada pihak kami," kata juru bicara gerilyawan itu.

Kelompok gerilyawan itu sedang menjalankan gencatan senjata di tengah pembicaraan damai dengan pemerintah Filipina, dan al-Haq menuduh militer melanggar gencatan senjata. Cabanbang bagaimanapun membantah tuduhan pelanggaran gencatan senjata itu. (mediaindonesia.com)